
Kesulitan Pemkab Pandeglang dalam Menangani Jembatan yang Ambruk
Jembatan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, mengalami kerusakan parah hingga ambruk. Hal ini menyebabkan gangguan besar terhadap mobilitas warga setempat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengakui kesulitan dalam menangani permasalahan tersebut, khususnya karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan, menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah tidak cukup memadai untuk segera melakukan perbaikan permanen. "Kondisi keuangan di Pandeglang sedikit pendanaannya, sehingga kita terkendala," ujarnya dalam sambungan telepon, Senin (8/12/2025).
Andrian mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Banten terkait penanganan jembatan tersebut. Ia berharap dapat segera dipasang jembatan sementara agar akses masyarakat tetap bisa berjalan. "Kita sudah koordinasi dengan PUPR Banten, InsyaAllah mudah-mudahan tidak lama pasang jembatan sementara. Dan mudah-mudahan mereka berkenan, karena memang jembatan itu akses utama," tambahnya.
Jembatan yang ambruk tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses utama bagi warga tiga desa, yaitu Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang. Kerusakan jembatan ini menyebabkan gangguan serius terhadap aktivitas sehari-hari warga, termasuk transportasi anak sekolah dan layanan kesehatan.
Untuk langkah jangka panjang, DPUPR Pandeglang telah membuat dokumen perencanaan terkait perbaikan jembatan secara permanen. "Jadi kita sudah buat dokumen perencanaannya, mudah-mudahan akhir tahun ini dokumen perencanaan selesai disusun," kata Andrian.
Ia juga berharap dokumen tersebut dapat diajukan ke Kementerian atau Pemprov Banten agar mendapatkan bantuan dana. "Ini bagian dari usulan, mudah-mudahan kalau kita usaha bisa dadi Kementerian, atau ke Pemprov Banten, mudah-mudahan bisa dibantu untuk pekerjaan konstruksinya karena memang biaya cukup tinggi," tambahnya.
Meskipun demikian, tim DPUPR Pandeglang telah diterjunkan ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang ambruk. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menentukan prioritas penanganan.
DPRD Pandeglang Mendorong Perbaikan Segera
Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Jojon Suhendar Andri, menanggapi peristiwa jembatan ambruk tersebut. Ia mendorong Pemkab Pandeglang untuk segera melakukan penanganan terhadap jembatan yang rusak.
"Saya sudah koordinasi tadi sama PUPR Kabupaten, hari ini akan diturunkan tim survei. Saya mendorong untuk dibuatkan jembatan sementara, supaya akses warga tetap berjalan," ujar Jojon dalam sambungan telepon, Senin (8/12/2025).
Selain itu, ia meminta kepada Pemkab Pandeglang untuk melakukan audit terhadap infrastruktur jalan dan jembatan yang ada. Audit ini penting untuk mengetahui kualitas bangunan dan memastikan keamanan serta kelangsungan fungsinya.
"Harus ada penanganan serius, kalau bisa audit insfratruktur perlu dilakukan, bukan di jembatan itu saja (Keramatjaya), tapi semua infrastruktur jembatan yang ada di Pandeglang," katanya.
Jojon menilai bahwa jembatan merupakan urat nadi ekonomi dan lalu lintas masyarakat. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar perhatian lebih besar diberikan terhadap pengawasan dan perawatan infrastruktur.
Ketua Fraksi Gerindra ini juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian jembatan yang ambruk. Ia menilai bahwa jembatan tersebut sudah lapuk dan dapat membahayakan warga jika tidak segera diperbaiki.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar