
Aksi Protes di Jalan Lintas Sumbawa-Bima
Pada Jumat malam (2/1/26), terjadi aksi protes berupa penutupan akses jalan umum di Jalan Lintas Sumbawa–Bima, tepatnya di wilayah Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi ini dilakukan oleh keluarga korban dugaan percobaan pencabulan sebagai bentuk tuntutan agar terduga pelaku segera diamankan dan diproses sesuai hukum.
Penutupan jalan tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dari dan menuju Kabupaten Bima–Sumbawa. Aparat kepolisian dari Polres Dompu dan Polsek Dompu turun ke lokasi untuk mengamankan situasi serta melakukan pendekatan persuasif kepada massa aksi.
Pernyataan Kasat Intelkam Polres Dompu
Kasat Intelkam Polres Dompu, Iptu M. Sofyan Hidayat, menyampaikan bahwa pihak kepolisian memahami reaksi emosional keluarga korban, namun meminta masyarakat tetap mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kami memahami tuntutan dan perasaan keluarga korban. Namun kami meminta agar proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Iptu Sofyan.
Peran Kapolsek Dompu
Sementara itu, Kapolsek Dompu Iptu Ade Helmi menjelaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menjembatani komunikasi antara keluarga korban dan pihak kepolisian.
“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga memberikan pemahaman kepada keluarga korban bahwa penutupan jalan umum dapat mengganggu kepentingan masyarakat luas. Alhamdulillah, setelah dilakukan dialog secara humanis, keluarga korban bersedia membuka kembali akses jalan,” jelasnya.
Iptu Ade Helmi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan permasalahan.
Penutupan Jalan dan Akhir Aksi Protes
Setelah dilakukan komunikasi dan penggalangan secara intensif, keluarga korban bersama tokoh masyarakat membuka kembali akses jalan yang sempat ditutup. Aksi protes pun berakhir dan situasi kembali normal tanpa adanya gangguan kamtibmas lanjutan.
Langkah yang Diambil Oleh Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lokasi kejadian. Dengan pendekatan persuasif dan dialog yang dilakukan secara humanis, mereka berhasil meredakan situasi yang awalnya memicu kekhawatiran.
Beberapa hal yang dilakukan oleh aparat kepolisian antara lain:
- Melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan tokoh masyarakat
- Memberikan pemahaman tentang dampak negatif dari penutupan jalan umum
- Memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku
Dengan tindakan yang dilakukan, situasi di lokasi kejadian kembali stabil dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan yang signifikan.
Kesimpulan
Aksi protes yang terjadi di Jalan Lintas Sumbawa–Bima menjadi sebuah contoh bagaimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara damai dan melalui jalur yang benar. Dengan bantuan pihak kepolisian dan komunikasi yang baik, masalah dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian atau gangguan yang lebih besar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar