Bencana Alam di Humbang Hasundutan: Korban Jiwa dan Duka yang Mendalam
Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.
Hingga hari ke-7 masa tanggap darurat, total 8 korban meninggal dunia tercatat. Salah satu korban yang sudah teridentifikasi adalah Weda Amelia Maharaja (10 tahun), putri dari ibu Nurcahaya Br Sihotang. Ia ditemukan tertimbun material longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Proses pencarian korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat.

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, bersama Kapolres dan unsur terkait, memantau langsung proses evakuasi serta memberikan dukungan moral kepada tim pencari. "Ini duka kita bersama, atas musibah yang menimpa warga Humbang Hasundutan," ujar Bupati Nababan saat menyerahkan jenazah kepada keluarga.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Lima sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama terdampak, mengganggu proses belajar mengajar. Beberapa gereja di desa-desa sekitar juga mengalami kerusakan, mempengaruhi aktivitas keagamaan masyarakat.
Bupati Humbang Hasundutan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses penanganan bencana. Apel gabungan penutupan operasi SAR di lokasi bencana secara resmi dilakukan pada hari ke-7, menandai berakhirnya fase pencarian dan evakuasi korban. Meski demikian, upaya pemulihan dan rehabilitasi akan terus berjalan untuk membantu masyarakat kembali pulih.

Penanganan Korban Luka dan Layanan Kesehatan
RSUD Doloksanggul melaporkan bahwa 11 korban luka telah mendapatkan perawatan medis. Sebagian dari mereka sudah dipulangkan, sementara beberapa masih menjalani perawatan intensif dan rawat jalan. Layanan kesehatan tetap diupayakan optimal di tengah situasi darurat.
Data korban: - Total korban meninggal di Humbahas: 8 orang - Korban ditemukan terakhir: Weda Amelia Maharaja (10 tahun) - Korban hilang yang masih dicari: 1 orang, Roy Simanullang (19 tahun)
Dampak bencana: - 5 UPT SD dan 1 UPT SMP terdampak, mengganggu proses belajar-mengajar - 5 rumah ibadah mengalami kerusakan, mempengaruhi aktivitas ibadah masyarakat
Penanganan dan operasi SAR: - Operasi pencarian korban melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat - Apel gabungan penutupan operasi SAR dilakukan di lokasi bencana - Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mendukung proses penanganan

Daftar Nama Warga yang Terlibat dalam Bencana
Korban Selamat: 1. Sonta Simanullang (72), warga Panggugunan, luka-luka, penuh lumpur. 2. Pery Sihotang (45), warga Panggugunan, ditemukan luka-luka, berlumpur. 3. Grace Cia Cilina (9), warga Panggugunan, syok tapi sadar. 4. Joharia Sihotang (12), warga Panggugunan, syok tapi sadar. 5. Daniel Sihotang (25), warga Pulo Godang, dievakuasi hidup-hidup. 6. Lapider Simanullang (70), warga Pulo Godang, dievakuasi hidup-hidup.
Korban Meninggal Dunia: 1. Beres Sihotang (80), warga Panggugunan, ditemukan tubuh terpendam di bawah kayu. 2. Merni Simamora (45), warga Panggugunan, ditemukan tertimbun material longsor. 3. Tiurma Br. Simanullang (90), warga Panggugunan, ditemukan tertimbun longsor. 4. Juniati Silaban (47), warga Pulo Godang, ditemukan di reruntuhan longsor. 5. Tiada Simanullang (70), warga Panggugunan, sempat hilang dan sudah ditemukan. 6. Ardo Sihotang (19), warga Panggugunan, sempat hilang dan sudah ditemukan. 7. Weda Amelia Maharaja (10), putri dari Nurcahaya Sihotang, warga Panggugunan, sudah ditemukan. 8. Roy Simanullang (19), warga Pulo Godang, belum ditemukan.
Berdasarkan data Pemkab Humbang Hasundutan, hingga hari ke-7 masa tanggap darurat pada Selasa 2 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia di Humbahas mencapai 8 orang. Korban terbaru yang ditemukan adalah Weda Amelia Maharaja (10 tahun), salah satu dari dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Korban lainnya, Roy Simanullang (19) belum ditemukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar