
Upaya Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Padar
Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban kapal yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencarian hari ke-9 berlangsung pada Sabtu (3/1/2026), dengan fokus penyisiran hingga perairan Gili Lawa, yang terletak antara Gili Darat dan Gili Laut, sejauh 13 mil dari koordinat kecelakaan kapal.
Kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah terjadi pada Jumat 26 Desember 2025 malam. Kapal tersebut membawa enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu, serta empat ABK. Dari keenam wisatawan tersebut, terdapat keluarga Pelatih Valencia Martin Carreras Fernando, yang diketahui merupakan salah satu korban yang belum ditemukan.
Para ABK, pemandu, serta istri pelatih Valencia bersama seorang anaknya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, Martin Carreras Fernando dan tiga anak lainnya masih hilang. Sejak kejadian, tim SAR Gabungan intensif melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Pada pencarian hari ke-4 (29/12/2025), satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban tersebut merupakan salah satu anak dari Martin Carreras Fernando. Pada Kamis (1/1/2026), Kedubes Spanyol dan KSOP Labuan Bajo meminta perpanjangan masa pencarian korban.
Pada pencarian hari ke-8 yang berlangsung Jumat (2/1/2026), tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian menggunakan sonar di perairan Pulau Padar untuk mencari tiga WNA Spanyol. Perpanjangan operasi pencarian akan dilaksanakan hingga hari ke-10 pada Minggu (4/1/2026).
Ritual Adat untuk Membantu Pencarian
Pada Sabtu pagi, tetua adat Suku Bajo menggelar ritual adat di perairan Pulau Padar. Salah satu tetua adat meletakkan sirih pinang dan sebatang rokok di perairan Pulau Padar dengan harapan tiga warga negara Spanyol korban tenggelam bisa ditemukan secepatnya. Ritual ini disaksikan oleh pejabat daerah setempat dan Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan pencarian.
Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa tim SAR Gabungan masih terus berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, serta penurunan Disnav dan Hidronav (peralatan sonar Dipolair Polda NTT) serta pengerahan drone thermal untuk mencari keberadaan tiga WNA Spanyol.
Penyisiran Luas dan Kerja Sama Berbagai Pihak
Sebanyak 58 personil Tim SAR Gabungan dikerahkan bersama dengan 11 kapal dari Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, serta Searider Gakum Kementrian Kehutanan. Selain itu, speedboat wisata anggota Grahawisri Labuan Bajo juga turut serta dalam operasi pencarian.
Luas area penyisiran yang dilakukan oleh tim SAR Gabungan sangat luas, yaitu:
- KN Puntadewa 250 dengan luas area pencarian 15,4 NM
- Sea Raider KSOP Labuan Bajo dengan luas area pencarian 12,6 NM
- Sea Raider Lanal Labuan Bajo dengan luas area pencarian 11 NM
- RIP 500 PK POS SAR Labuan Bajo dengan luas area pencarian 7,5 NM
- HIDRONAV dengan luas area pencarian 4,50 NM
- Sea Raider Polairud Labuan Bajo dengan luas area pencarian 5,55 NM
- DISNAV dengan luas area pencarian 6,0 NM
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan juga menyempatkan diri bertemu para nelayan untuk memberikan informasi dan himbauan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar