
Pencarian Nelayan Hasanuddin Resmi Dilimpahkan ke Basarnas Palu
Pencarian terhadap nelayan asal Karossa, Hasanuddin, yang hilang saat melaut di perairan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, kini resmi dilimpahkan ke Badan Nasional Search and Rescue (Basarnas) Palu. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan berdasarkan kondisi cuaca dan arus laut yang mengarah ke wilayah Sulawesi Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, menjelaskan bahwa pelimpahan pencarian dilakukan setelah evaluasi tim lapangan. Ia menyatakan bahwa saat kejadian pada Sabtu (20/12/2025), arah angin dan arus laut menunjukkan kemungkinan besar korban terbawa ke wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini memperkuat keputusan untuk mengalihkan fokus pencarian ke area tersebut.
Faktor Pendukung Pemindahan Fokus Pencarian
Beberapa faktor mendukung pengalihan fokus pencarian. Pertama, adanya temuan perahu serta barang milik Hasanuddin oleh nelayan di Kelurahan Bone Oge, Kabupaten Donggala, Sulteng. Temuan ini memberikan indikasi bahwa korban mungkin telah terbawa ke wilayah tersebut.
Selain itu, kondisi cuaca dan arus laut yang tidak stabil juga menjadi pertimbangan utama. Arhamuddin menyatakan bahwa situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian di wilayah Pasangkayu. Oleh karena itu, pihaknya akan memindahkan basecamp dari Desa Sarjo ke Kantor BPBD Pasangkayu.
Proses Koordinasi dengan Basarnas
Meskipun pencarian telah dilimpahkan ke Basarnas Palu, Arhamuddin menegaskan bahwa BPBD Pasangkayu tetap akan berkoordinasi dengan Basarnas dalam upaya pencarian lanjutan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap mendampingi keluarga korban sebagai penghubung komunikasi antara keluarga dan pihak Basarnas.
“Kami tetap berkomitmen untuk membantu proses pencarian dan memberikan dukungan kepada keluarga korban,” ujar Arhamuddin.
Informasi Lengkap tentang Nelayan Hasanuddin
Hasanuddin, nelayan asal Karossa, dilaporkan hilang saat melaut pada Sabtu (20/12/2025). Sebelum berangkat, ia sempat dilarang oleh rekan nelayannya karena kondisi mesin perahu yang tidak stabil. Namun, Hasanuddin tetap memaksakan diri untuk pergi.
Hingga kini, lebih dari sepekan telah berlalu sejak kehilangan kontak dengan Hasanuddin. Meski begitu, hingga saat ini belum ada kabar terbaru tentang keberadaannya.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Pencarian terhadap Hasanuddin dilakukan dengan berbagai metode, termasuk koordinasi antara BPBD Pasangkayu dan Basarnas. Tim pencari juga melakukan survei di sekitar lokasi kejadian dan wilayah yang diduga menjadi tempat korban terbawa.
Sementara itu, keluarga korban tetap berharap adanya kabar baik dan terus berkoordinasi dengan pihak berwajib dalam upaya mencari keberadaan Hasanuddin.
Kesimpulan
Pencarian nelayan Hasanuddin yang hilang saat melaut di perairan Desa Sarjo kini berada di bawah tanggung jawab Basarnas Palu. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan berdasarkan analisis arah angin dan arus laut, serta temuan perahu dan barang korban di wilayah Sulawesi Tengah. Meski demikian, BPBD Pasangkayu tetap berkomitmen untuk membantu dan berkoordinasi dalam proses pencarian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar