
Kecelakaan di Lereng Gunung Merapi, Seorang Pendaki Meninggal Dunia
Sebuah kejadian tragis terjadi di lereng Gunung Merapi yang menyebabkan seorang pendaki meninggal dunia setelah empat hari pencarian. Korban bernama Aldo Oktawijaya (22) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Penemuan jasad Aldo dikonfirmasi oleh Kapolsek Kemalang, AKP Sarwoko, pada Rabu, 24 Desember 2025. Ia menyebut korban ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB di jurang sedalam kurang lebih 50 meter, masih berada di jalur sebelum Pos 1 pendakian. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tergeletak di jurang. Lokasinya masih di kawasan TNGM,” ujar Sarwoko.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban mengalami luka robek sekitar lima sentimeter di bagian kepala, serta sejumlah lecet di tangan dan kaki. Luka paling parah diduga akibat benturan keras dengan batu. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk keperluan visum sebelum dipulangkan ke rumah duka di Pacitan, Jawa Timur.
Operasi Pencarian yang Memakan Waktu
Komandan SAR Klaten sekaligus penanggung jawab operasi, Irwan Santoso, menjelaskan bahwa pencarian hari keempat melibatkan total 90 personel dari 20 unsur gabungan. Operasi dibagi dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode penyisiran darat hingga pemantauan udara menggunakan drone.
“Medannya sangat berat, penuh jurang dan perbukitan. Drone sempat diterbangkan, tapi visualnya terbatas. Korban akhirnya ditemukan di lembah yang sulit dijangkau,” kata Irwan. Ia menyebut korban ditemukan pada koordinat tertentu sekitar pukul 14.20 WIB, lalu dievakuasi secara estafet menuju titik aman sebelum dibawa ke rumah sakit. Operasi SAR resmi ditutup pada sore hari setelah seluruh personel ditarik kembali ke posko.
Lokasi penemuan juga dibenarkan Koordinator Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Tegalmulyo, Subur, yang menyebut area tersebut merupakan jurang curam dan jarang dilalui pendaki. “Itu jalur ekstrem, kalau diteruskan bisa tembus ke Girpasang,” ujarnya.
Peristiwa Awal yang Menyebabkan Kecelakaan
Peristiwa ini bermula saat tiga pemuda nekat mendaki Gunung Merapi meski statusnya masih Siaga Level III dan jalur pendakian resmi ditutup. Mereka berangkat dari jalur Kalitalang, Desa Balerante, pada Sabtu, 20 Desember 2025 dini hari. Dalam perjalanan turun dari Pasar Bubrah, ketiganya terpisah.
Satu orang, Farhan, berhasil turun dan melapor ke warga. Sementara Panji Rizkyawan ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat pada Senin, 22 Desember 2025. Aldo menjadi pendaki terakhir yang akhirnya ditemukan, namun sudah tidak bernyawa.
Pesan Penting dari Pihak Berwenang
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak nekat mendaki Gunung Merapi selama status siaga masih diberlakukan. “Sudah ada rekomendasi resmi bahwa pendakian ditutup. Risiko sangat tinggi dan membahayakan keselamatan,” tegas AKP Sarwoko.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa mengabaikan aturan di kawasan rawan bencana bisa berujung fatal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar