Pendaki NTB Tewas Tersesat di Gunung Rinjani


Seorang pendaki muda meninggal dunia setelah terjatuh di area jalur pendakian Aik Berik, Senin (8/12) sekitar pukul 09.00 WITA. Korban bernama Ilmi Cahyadi (18 tahun), warga Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden ini terjadi saat ia sedang melakukan pendakian bersama rombongan.

Saksi mata yang juga teman dari korban menyaksikan kejadian tersebut secara langsung. Mereka melihat korban terjatuh dan meninggal dunia. Informasi ini diperoleh dari pernyataan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani, Astekita Ardi, dalam siaran pers yang diterima.

"Aksi korban terjatuh ke salah satu jurang Gunung Kondo terjadi secara tiba-tiba," ujar Ardi. Ia menambahkan bahwa saksi mata melihat kejadian tersebut secara langsung, sehingga memastikan bahwa insiden itu benar-benar terjadi.

Balai TN Gunung Rinjani awalnya mendapatkan informasi mengenai insiden ini dari Arifin, ayah korban. Dari keterangan Arifin, diketahui bahwa korban dan rombongannya melakukan pendakian pada Minggu (7/12) pukul 06.00 WITA. Namun, mereka tidak menggunakan jalur resmi yang telah ditentukan oleh pihak pengelola.

Pendakian Ilegal
Menurut Ardi, korban dan rekan-rekannya memilih jalur pendakian Selteng yang tidak resmi. Jalur ini biasanya tidak digunakan oleh para pendaki karena dianggap berisiko tinggi dan belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai.

"Pendakian ilegal ini dilakukan tanpa izin dan tanpa memperhatikan prosedur keselamatan yang sudah ditetapkan," jelas Ardi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola, mengingat banyaknya risiko yang bisa terjadi jika pendaki tidak mematuhi aturan yang ada.

Korban Telah Dievakuasi

Pj Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi (P2E) Balai TN Gunung Rinjani, Gde Agus Mastika, menyampaikan bahwa jenazah korban telah dievakuasi pada Rabu (10/12) malam. Proses evakuasi dilakukan dengan berbagai langkah yang memastikan keselamatan dan kelancaran.

"Jenazah korban dibawa turun hingga ke pintu masuk Air Terjun Benang Kelambu pada pukul 22.50 WITA," ujar Agus. Ia menambahkan bahwa proses evakuasi ini dilakukan dengan kerja sama yang baik antara tim evakuasi dan pihak keluarga.

Setelah tiba di lokasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh Kepala Desa Setiling. Proses penyerahan ini dilakukan dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk selalu mematuhi aturan dan menjaga keselamatan diri sendiri serta orang lain. Balai TN Gunung Rinjani akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendakian yang aman dan bertanggung jawab.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan