Pendakian Maut, Wanita Tewas Diserang Singa Gunung

Insiden Serangan Singa Gunung yang Menewaskan di Colorado

Pada hari Kamis (1/1/2026), sebuah insiden serangan singa gunung atau cougar yang mengakibatkan kematian seorang perempuan terjadi di jalur pendakian Crosier Mountain, Colorado, Amerika Serikat. Jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban tewas akibat serangan hewan tersebut, maka ini akan menjadi insiden pertama serangan mematikan singa gunung di Colorado sejak tahun 1999.

Colorado Parks and Wildlife (CPW) mengumumkan bahwa dua ekor singa gunung yang diduga terlibat dalam kejadian ini telah diberi eutanasia untuk alasan keselamatan publik. Juru bicara CPW, Kara Van Hoose, menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.15 siang waktu setempat. Saat itu, beberapa pendaki melihat seekor singa gunung berada di dekat seorang perempuan yang tergeletak di jalur pendakian di wilayah Larimer County.

Proses Penyelidikan dan Tindakan yang Diambil

Ketika para pendaki mendekat, mereka mencoba mengusir singa gunung dengan melemparkan batu ke arah hewan tersebut. Akhirnya, singa itu menjauh. Salah satu saksi mata adalah seorang dokter yang langsung memeriksa kondisi korban. Pemeriksaan menunjukkan bahwa nadi korban tidak berdenyut.

Setelah laporan diterima, pencarian besar-besaran dilakukan dengan melibatkan petugas satwa liar, deputi sheriff, polisi taman nasional, serta petugas pemadam kebakaran sukarela. Upaya pencarian juga dibantu dari udara oleh seorang ahli biologi negara bagian yang sedang melakukan survei tahunan populasi rusa menggunakan helikopter.

Van Hoose menyebutkan bahwa pawang anjing pemburu juga dihubungi untuk melacak jejak aroma singa gunung, yang ternyata sangat efektif dalam menemukan satwa tersebut. Salah satu singa gunung ditembak di lokasi kejadian, tetapi hewan tersebut sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditemukan kembali dan ditembak hingga mati. Seekor singa gunung lain yang berada di sekitar lokasi juga dibunuh sesuai kebijakan negara bagian.

Perilaku Singa Gunung dan Kebijakan Terkait

Van Hoose menjelaskan bahwa singa gunung adalah hewan yang sangat teritorial, sehingga kemungkinan hanya satu individu yang terlibat langsung dalam serangan tersebut. Kedua bangkai singa gunung akan menjalani pemeriksaan nekropsi oleh ahli patologi untuk mendeteksi kemungkinan penyakit neurologis seperti rabies atau keberadaan DNA manusia.

Sementara itu, kantor koroner Larimer County akan merilis identitas korban serta penyebab resmi kematiannya setelah proses pemeriksaan selesai. Van Hoose menegaskan bahwa serangan singa gunung terhadap manusia sangat jarang terjadi di Colorado. Sejak 1990, hanya ada 28 serangan singa gunung yang tercatat, dan kematian terakhir terjadi pada 1999.

Informasi tentang Populasi Singa Gunung di Colorado

Van Hoose menjelaskan bahwa keberadaan singa gunung cenderung lebih sering terpantau pada musim dingin karena satwa tersebut mengikuti pergerakan rusa dan elk ke dataran yang lebih rendah. Ia mengimbau masyarakat untuk segera membuat suara keras, mengangkat benda di atas kepala agar terlihat lebih besar, serta mundur perlahan jika bertemu singa gunung di alam liar.

Colorado diperkirakan menjadi habitat bagi sekitar 3.800 hingga 4.400 ekor singa gunung dewasa, tidak termasuk anak-anak singa gunung. Populasi singa gunung di negara bagian tersebut meningkat sejak 1965 setelah diberlakukan kebijakan pengelolaan satwa yang lebih mendukung.

Singa gunung memiliki wilayah sebaran terluas di antara mamalia asli Benua Amerika selain manusia, membentang dari Kanada bagian barat hingga Argentina. Hewan ini sebelumnya tersebar luas di seluruh AS, tetapi kini punah atau terancam punah di wilayah timur. Kini, negara bagian di wilayah barat menjadi habitat utama mereka.

Singa gunung dewasa dapat mencapai panjang lebih dari 1,8 meter dengan berat sekitar 60 kilogram atau lebih, serta memiliki ekor berujung hitam. Makanan utama singa gunung adalah rusa. Satwa ini berburu dengan teknik mengendap sebelum menerkam mangsa dari pepohonan atau bebatuan yang lebih tinggi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan