Penderitaan putra bermasalah di Raja Ampat: Mengapa ayah memperlakukan saya seperti ini

Penderitaan putra bermasalah di Raja Ampat: Mengapa ayah memperlakukan saya seperti ini

Pengungkapan Kekerasan yang Menyentuh Hati

Seorang perempuan berinisial VW (35) akhirnya membongkar pengalaman pahit yang dialaminya selama hampir sepanjang hidupnya. Kejadian ini terjadi karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, FW (58), yang merupakan seorang pejabat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pengungkapan ini dilakukan melalui siaran langsung Facebook, yang membuat warganet merasa prihatin dan mengecam tindakan pelaku.

Pengalaman Pahit Sejak Dini

VW mengisahkan bahwa kekerasan yang ia alami tidak terjadi sekali dua kali, melainkan telah berlangsung sejak usia lima tahun. Peristiwa tersebut berlanjut hingga ia duduk di kelas XI SMA, saat dirinya dipaksa melakukan hubungan intim dengan ancaman akan dipukuli atau disetrum. Ia mengaku mengalami penderitaan yang sangat berat, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh VW untuk mencari solusi. Ia memberi tahu keluarga agar menegur atau memperingatkan ayahnya, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Keluarga justru memilih menjaga nama baik ayah mereka, yang memiliki status sebagai pejabat tinggi daerah. Hal ini membuat VW semakin putus asa dan akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan kebenaran melalui media sosial.

Kehidupan yang Penuh Tekanan

Setelah ibunya meninggal pada September 2025 lalu, VW memutuskan untuk mengekos guna menghindari kontak intensif dengan ayahnya. Namun, karena harus merawat adik bungsunya yang memiliki kondisi autis serta keponakan yang masih kecil, ia tetap datang ke rumah setiap hari. Ia bahkan memasak dan menyiapkan kebutuhan lainnya.

Pada Rabu (11/12/2025) malam, VW datang seperti biasa untuk memasak. Namun, karena lelah, ia tertidur sekitar pukul 23.30 WIT. Tiba-tiba, ayahnya yang dalam keadaan mabuk masuk ke kamarnya dan mencoba memaksanya berhubungan intim. Ia mencoba melarikan diri, tetapi ayahnya mengancam akan melaporkannya ke polisi.

Upaya Laporan ke Polisi yang Tidak Berhasil

Beberapa kali VW melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya ke pihak berwajib. Namun, proses hukum tidak berjalan sesuai harapan. Alasannya adalah karena pelaku memiliki status sebagai pejabat. Bahkan, beberapa kali FW ditahan, tetapi kemudian bisa keluar lagi dengan alasan ada kegiatan pemerintahan. VW mengatakan bahwa ayahnya memanfaatkan jabatannya sebagai tameng untuk menghindari konsekuensi hukum.

Setelah kejadian terbaru yang diungkapkan melalui live FB, VW kembali melaporkan kasus ini. Namun, seperti sebelumnya, proses hukum masih menunggu. Ia berharap ayahnya mendapat hukuman sesuai aturan yang berlaku, karena tindakan yang dilakukan sudah di luar batas.

Harapan untuk Keadilan

VW menyatakan bahwa kejadian yang dialaminya adalah fakta yang tidak bisa ditambah atau dikurangi. Ia berharap publik dapat memperhatikan kasus ini, karena ayahnya pasti akan mengelak. Namun, apa yang ia sampaikan adalah kebenaran yang sebenarnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan