
Pendopo di Jombang Roboh Akibat Cuaca Ekstrem
Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, sore hari, sebuah pendopo yang berada di Dusun Gondanglegi, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami keruntuhan. Peristiwa ini terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Bangunan pendopo yang baru selesai dibangun sekitar satu tahun lalu menggunakan anggaran bantuan khusus keuangan (BKK) 2024, akhirnya ambruk hingga rata dengan tanah. Kepala Dusun Gondanglegi, Sukiyat, menjelaskan bahwa pendopo tersebut roboh sekitar pukul 15.00 WIB. Menurutnya, sebelum peristiwa terjadi, kondisi langit tiba-tiba gelap dan angin kencang menerjang wilayah tersebut.
Angin dulu sangat kencang, setelah itu hujan baru datang, dan akhirnya bangunannya ambruk, ujarnya pada Jumat, 12 Desember 2025.
Sukiyat menambahkan bahwa pendopo tersebut berdiri di atas pondasi semen, tetapi seluruh tiangnya terbuat dari kayu. Bagian bangunan kayu itulah yang paling rentan terhadap cuaca ekstrem.
Yang ambruk ya pendopo kayunya, kan memang cuma nempel begitu. Tiangnya dari kayu semua, tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Meskipun di sekitar lokasi terdapat warga dan pekerja proyek yang sedang beraktivitas, mereka berhasil menghindari dampak langsung dari keruntuhan.
Pas kejadian itu ada tukang mengerjakan proyek. Tapi karena angin kencang, mereka sempat menyingkir, jadi tidak sampai ketiban, jelas Sukiyat.
Setelah kejadian, perangkat desa, warga, dan anggota TNI masih melakukan pembersihan puing-puing pendopo. Selain itu, tim desa juga sedang melakukan pendataan terkait kemungkinan dampak kerusakan ke rumah warga sekitar.
Sementara dibersihkan dulu, ini juga masih mendata apakah ada rumah warga yang terdampak, pungkas Sukiyat.
Penyebab Keruntuhan Pendopo
Beberapa faktor dapat menjadi penyebab utama keruntuhan pendopo tersebut:
- Struktur Bangunan: Pendopo yang dibangun menggunakan kayu sebagai tiang utama, membuatnya lebih rentan terhadap tekanan angin dan hujan deras.
- Cuaca Ekstrem: Hujan deras dan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba menjadi faktor utama keruntuhan.
- Kondisi Tanah: Meskipun pondasi pendopo terbuat dari semen, kondisi tanah di sekitar lokasi bisa saja memengaruhi stabilitas bangunan.
Tindakan yang Dilakukan Pasca-Keruntuhan
Setelah peristiwa tersebut, berbagai pihak mulai melakukan langkah-langkah penanggulangan:
- Pembersihan Puing-Puing: Perangkat desa, warga, dan TNI bekerja sama membersihkan sisa-sisa bangunan pendopo yang roboh.
- Pendataan Kerusakan: Tim desa melakukan pendataan untuk mengetahui apakah ada rumah warga sekitar yang terkena dampak dari kejadian ini.
- Evaluasi Struktur: Diperlukan evaluasi terhadap struktur bangunan lain di sekitar area untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Langkah Pencegahan di Masa Depan
Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, beberapa langkah penting dapat dilakukan:
- Perbaikan Struktur Bangunan: Memastikan bahwa struktur bangunan tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti penggunaan bahan-bahan yang lebih kuat dan tahan lama.
- Pemantauan Cuaca: Meningkatkan pemantauan cuaca agar masyarakat dan pihak terkait dapat bersiap menghadapi cuaca buruk.
- Pendidikan Masyarakat: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana alam dan pentingnya persiapan darurat.
Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan dan masyarakat lebih siap menghadapi tantangan alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar