Penelitian Cloudflare: Google Tetap Dominasi Internet Dunia Meski Lalu Lintas Meningkat

Tren Pertumbuhan Lalu Lintas Internet di Tahun 2025

Laporan terbaru dari Cloudflare, yang berjudul "2025 Cloudflare Radar Year in Review", menunjukkan bahwa lalu lintas internet global mengalami peningkatan sebesar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada 2024 yang mencapai 17 persen, sehingga menunjukkan semakin meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan internet dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Peningkatan ini tidak terjadi secara merata sepanjang tahun. Dari Januari hingga pertengahan April, lalu lintas internet cenderung stagnan atau hanya naik sedikit. Namun, mulai Mei, ada kenaikan yang signifikan, dan puncaknya terjadi pada November 2025.

Google Masih Mendominasi Layanan Internet

Google masih menjadi layanan internet paling dominan di dunia. Di tengah pesatnya perkembangan AI dan persaingan dengan perusahaan seperti OpenAI, Google tetap memegang posisi utama dalam berbagai aspek. Misalnya, Google mendominasi sebagai mesin pencari terpopuler, browser Chrome yang paling banyak digunakan, serta bot terverifikasi dengan trafik tertinggi lewat Googlebot.

Selain itu, sistem operasi Android milik Google juga menyumbang sekitar 65 persen dari lalu lintas internet global. Sementara sisanya, sekitar 35 persen, berasal dari iOS yang dikembangkan Apple. Namun, distribusi ini bisa berbeda-beda di setiap wilayah. Di beberapa negara, adopsi iOS bahkan mencapai 70 persen. Contohnya, di Monaco dan Jepang, iOS menyumbang sekitar 70 persen dan 57 persen dari lalu lintas internet seluler.

Perkembangan di Sektor Kecerdasan Buatan (AI)

Di sektor AI, ChatGPT masih menjadi layanan AI terpopuler, sementara Google Gemini berada di posisi keempat. ChatGPT, yang dikembangkan oleh OpenAI, unggul dari layanan lain seperti Claude (Anthropic) dan Perplexity. Meskipun demikian, Google terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan Gemini. Beberapa waktu terakhir, Google meluncurkan versi terbaru dari Gemini, yaitu Gemini 3 dan Gemini 3 Pro.

Peran Cloudflare dalam Infrastruktur Internet

Cloudflare adalah penyedia infrastruktur internet yang menyediakan perlindungan dari serangan siber sekaligus memastikan situs tetap berjalan meskipun menghadapi lalu lintas yang tinggi. Layanan ini digunakan oleh banyak perusahaan global, termasuk platform besar seperti X (Twitter), Zoom, ChatGPT, Shopify, Sora, Truth, Clalude, Canva, dan lainnya.

Namun, dalam beberapa waktu belakangan, Cloudflare sempat mengalami gangguan (down) yang menyebabkan sejumlah layanan internet tumbang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur internet yang stabil dan andal.

Faktor Penyebab Peningkatan Lalu Lintas Internet

Peningkatan lalu lintas internet dapat disebabkan oleh berbagai aktivitas online yang semakin sering dilakukan oleh pengguna. Mulai dari membuka mesin pencari, media sosial, hingga streaming video dan aplikasi pesan instan. Setiap aktivitas tersebut melibatkan proses pengiriman dan penerimaan data, sehingga semakin banyak orang terhubung ke internet, semakin besar pula lalu lintas yang tercipta.

Dalam laporannya, Cloudflare menggunakan rata-rata lalu lintas harian pada pekan kedua Januari 2025 sebagai titik awal pengukuran. Perhitungan ini dilakukan setelah aktivitas internet kembali normal usai libur akhir tahun.

Kesimpulan

Laporan Cloudflare menunjukkan bahwa tren pertumbuhan lalu lintas internet di tahun 2025 mencerminkan makin tingginya ketergantungan orang-orang terhadap internet, baik untuk bekerja, belajar, hiburan, maupun aktivitas berbasis AI. Selain itu, Google tetap menjadi raja internet, sementara Google Gemini masih kalah pamor dari ChatGPT. Dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, peran infrastruktur internet seperti Cloudflare akan semakin penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan jaringan global.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan