Pengacara Percaya Inara Rusli Tidak Berzina, Hanya Bicara di Ruangan

Kontroversi Terkait Laporan Perzinaan Inara Rusli dan Insanul Fahmi

Kemunculan rekaman CCTV yang digunakan sebagai dasar pelaporan terhadap Inara Rusli kini menimbulkan kontroversi baru dalam kasus dugaan perzinaan antara suami Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara. Rekaman tersebut menjadi sorotan utama dalam persidangan yang sedang berlangsung.

Rekaman CCTV yang disebut sebagai bukti perzinaan oleh pihak Mawa mengandung klaim bahwa terdapat tindakan asusila yang dilakukan oleh Inara dan Insan. Namun, pihak Inara melalui kuasa hukumnya, Marissya Icha, membantah tuduhan tersebut dengan tegas. Menurutnya, tidak ada adegan hubungan intim dalam cuplikan CCTV yang dijadikan dasar laporan.

Penjelasan dari Kuasa Hukum Inara

Marissya Icha menyatakan bahwa isi rekaman hanya memperlihatkan kedatangan Inara dan Insan serta momen ketika keduanya sedang berbincang. "Saya tidak melihat ada adegan berhubungan badan di CCTV yang disebut sebagai barang bukti," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak bisa disimpulkan bahwa rekaman tersebut mengarah pada perzinaan karena tidak menunjukkan tindakan tersebut.

Icha mengaku belum menyaksikan secara langsung rekaman CCTV yang dikantongi Mawa. "Saya sendiri belum melihat bukti rekamannya secara utuh," ujarnya. Menurutnya, informasi mengenai rekaman tersebut masih bersifat dugaan dari pihak lain. "Semua masih berdasarkan cerita dari pihak yang mengklaim punya bukti," imbuhnya.

Pernyataan Inara Rusli

Dalam konferensi pers di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (28/11/2025), Inara kembali menitikkan air mata dan meminta maaf kepada publik atas situasi yang menjadi sorotan tersebut. “Aku ingin meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Untuk siapa pun yang masih percaya, aku mengucapkan terima kasih dan memohon doanya,” ucap Inara lirih.

Ia menegaskan hanya bisa berserah diri menghadapi situasi ini sembari berharap agar persoalan tersebut segera mendapatkan kejelasan. “Cukuplah Allah yang menjadi saksi terbaik. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucapnya.

Dugaan Keterlibatan Virgoun

Dalam tayangan YouTube bersama dr Richard Lee, Insan menyebut rekaman CCTV berdurasi dua jam yang berisi adegan sensitif antara dirinya dan Inara direkam dari lantai tiga rumah yang sebelumnya dihuni Inara dan Virgoun. Ia menduga bahwa Virgounlah pihak yang menyerahkan rekaman tersebut kepada Mawa.

“Di Denny Sumargo, Mawa sempat menyebut ada CCTV. Itu CCTV yang mana?” tanya dr Richard Lee. Insan menjawab dengan tenang, “Nah, itu juga aku kurang paham.” Ia lalu menjelaskan bahwa kakak Mawa sebelumnya mengirimkan sebuah video disertai pesan bernada ancaman. “Pesannya mengarah bahwa masalah ini akan dibuat semakin besar,” katanya.

Insan kemudian menyebut bahwa rekaman itu berasal dari rumah pribadi Inara. “CCTV itu dari rumah Inara,” jawabnya. Pernyataan tersebut membuat dr Richard terkejut. “Hah? Dari rumah Inara?” katanya heran. Insan menegaskan bahwa rekaman itu diambil setelah ia dan Inara menikah siri. “Videonya direkam setelah pernikahan siri kami,” tegasnya.

Laporan ke Polda Metro Jaya

Mawa kemudian melaporkan suaminya dan seorang publik figur berinisial IR ke Polda Metro Jaya dengan dugaan perzinaan menggunakan Pasal 284 KUHP. "Terima kasih teman-teman media. Untuk sekarang, saya belum bisa memberikan pernyataan apa pun. Mohon doanya," kata Mawa, dikutip dari YouTube Mantra News, Minggu (23/11/2024).

Ia menunjukkan bukti laporan dan menyebut telah menyerahkan rekaman CCTV terkait hubungan suaminya dengan IR. Menurutnya, dugaan perselingkuhan bermula dari hubungan rekan bisnis dan kegiatan kajian, yang kemudian terungkap pada Agustus 2025. “Bukti-bukti sudah saya serahkan ke penyidik. Ada CCTV terkait hubungan mereka,” ujarnya.

Ia menyebut sudah mencoba berkomunikasi dengan IR dan suaminya sebelum akhirnya memutus semua hubungan. “Kami sudah bicara. Sekarang tidak ada komunikasi sama sekali,” ungkapnya. Mawa juga menegaskan bahwa keduanya telah mengakui adanya hubungan terlarang tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan