
Apresiasi atas Bantuan yang Mengalir ke Panti Werdha Damai Ranomuut
Kepala Panti Werdha Damai Ranomuut, Olva Sumual, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan pasca peristiwa kelam kebakaran yang menimpa panti tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Pal Dua, Kota Manado. Kejadian ini mengakibatkan belasan penghuni panti meninggal dunia.
Olva menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak sangat penting dalam proses pemulihan panti. Salah satu sumber bantuan datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay secara simbolis menerima bantuan sebesar Rp 250 juta dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus. Bantuan ini disalurkan untuk mendukung pembangunan kembali gedung panti yang rusak akibat kebakaran.
Selain itu, bantuan juga datang dari Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden RI Prabowo Subianto. Ia memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta untuk membantu para lansia dan pengelola panti bangkit dari masa sulit. Olva mengungkapkan bahwa bantuan tersebut datang melalui proses yang sangat cepat. Ia dihubungi langsung oleh staf Hashim yang menanyakan mekanisme penyaluran bantuan.
Awalnya, dana tersebut direncanakan untuk membantu biaya pemakaman para korban. Namun, karena Pemkot Manado telah menanggung seluruh biaya pemakaman, maka dana tersebut dialihkan untuk pembangunan kembali gedung panti. Setelah berkoordinasi dengan pihak Hashim, disepakati bahwa dana Rp 250 juta akan digunakan sepenuhnya untuk membangun kembali panti.
Bantuan Dikelola Secara Transparan
Olva menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang masuk dikelola secara transparan melalui rekening resmi panti. Hal ini dilakukan untuk menjaga amanah dari para donatur yang telah peduli terhadap nasib para lansia. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sulut, Pemkot Manado, serta Hashim atas empati dan bantuan yang diberikan bagi Panti Werdha mereka.
"Tuhan memberkati semua yang sudah tulus membantu," ujarnya.
Persiapan Hunian Sementara
Sembari menunggu proses pembangunan rampung, pihak yayasan telah bergerak cepat dengan mengontrak sebuah rumah sementara. Tempat tersebut kini akan menjadi hunian bagi sekitar 20 lansia agar mereka tetap mendapatkan perawatan dan tempat tinggal yang layak.
Peristiwa kebakaran yang menimpa Panti Werdha Damai Manado diketahui terjadi sekitar pukul 00.48 Wita. Panti tersebut dihuni oleh 35 orang. Jenazah korban kebakaran dibawa ke RS Bhayangkar Manado, sedangkan korban luka dirawat di RSUD Manado.
Pada hari Selasa (30/12/2025), Polda Sulut berhasil mengidentifikasi empat korban meninggal. Sementara 12 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Proses Identifikasi Korban
Proses identifikasi korban kebakaran terus berlangsung untuk memastikan setiap korban dapat dikenali dan diproses secara benar. Pihak berwenang terus bekerja sama dengan lembaga medis dan keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.
Dengan bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak, panti kini berupaya membangun kembali infrastruktur dan memberikan perlindungan serta perawatan yang lebih baik bagi para lansia. Mereka berharap proses pemulihan bisa segera selesai dan panti kembali beroperasi seperti sedia kala.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar