berita - Persela Lamongan kembali menjadi perhatian setelah kabar tentang perpindahan Faris Julinar, mantan CEO klub, bersama rombongannya ke PSIS Semarang. Perpindahan ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap situasi internal Persela. Tidak hanya berdampak pada jabatan Faris Julinar, unit usaha miliknya seperti Belikopi dan Lily Bakery, yang sebelumnya menjadi sponsor utama Persela, juga ikut beralih ke PSIS. Perubahan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa beberapa pemain Persela kemungkinan besar akan menyusul bergabung dengan klub Laskar Mahesa Jenar. Situasi semakin menonjol setelah akun Instagram @persela_football.club mengumumkan bahwa Persela akan menggunakan bus Lamongan FC sebagai armada baru untuk latihan maupun pertandingan dalam putaran kedua Pegadaian Championship. Keputusan ini diambil setelah bus yang sebelumnya digunakan oleh Persela juga berpindah ke PSIS, mengikuti jejak Faris Julinar yang melalui istrinya, Datu Nova, membeli saham mayoritas di PSIS Semarang. Bagi sebagian suporter, kabar ini terasa seperti pukulan tambahan setelah beberapa bulan terakhir kondisi internal Persela disebut tidak stabil. Meski begitu, banyak suporter yang mencoba merespons dengan humor dan sindiran khas Lamongan. Namun, ada juga yang melontarkan janji ekstrem. Salah satu contohnya adalah dari seorang suporter bernama @mhafidhfirmansyah. Dalam komentarnya yang viral, ia membuat nazar yang cukup nekat. Bisnya jelek tidak masalah, yang penting di akhir diklasemen Persela Lamongan di atas PSIS Semarang. Kalau sampai di akhir klasemen di bawah PSIS Semarang, aku jalan kaki dari Lamongan sampai ke Arab. Ungkapan ini memicu berbagai reaksi. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk cinta suporter yang sangat dalam, sementara yang lain menilainya sebagai candaan emosional di tengah situasi klub yang sedang goyah. Terlepas dari itu, komentar tersebut makin memperkuat panasnya persaingan tidak resmi antara Persela dan PSIS musim ini, meskipun keduanya berada dalam situasi yang berbeda. Isu tentang hengkangnya beberapa pemain Persela ke PSIS terus beredar, namun belum ada konfirmasi resmi dari manajemen klub. Di sisi lain, publik Lamongan berharap penggunaan bus baru dan penataan ulang internal bisa memberi energi segar untuk meningkatkan performa Persela pada sisa musim. Yang jelas, drama perpindahan bus, sponsor, hingga nazar suporter ini menjadi warna tersendiri bagi perjalanan Persela, klub yang dikenal memiliki basis pendukung yang loyal dan penuh kejutan. Semuanya kini menunggu akhir musim apakah Persela benar-benar bisa finis di atas PSIS, atau ada seseorang yang harus menepati nazarnya berjalan kaki menuju Arab.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar