
Pengalaman Buruk Calon Pengantin Akibat Penipuan WO
Resepsi pernikahan yang seharusnya menjadi momen paling bahagia justru berubah menjadi kekacauan ketika ratusan tamu terpaksa menunggu hidangan yang tidak kunjung datang. Kejadian ini membuat para korban mengalami pengalaman buruk dan merasa tertipu oleh sebuah wedding organizer (WO) di Jakarta Timur.
Para korban, yang berasal dari berbagai daerah seperti Cimanggis, Cileungsi, Bogor, dan Bekasi, sempat mendatangi rumah pemilik WO sebelum melapor ke Mapolsek Cipayung. Namun, pelaku penipuan tersebut tidak dapat ditahan dan masih berada di lokasi kejadian.
Kasus ini mulai terungkap melalui media sosial, khususnya TikTok, dengan unggahan dari seorang perias pengantin yang menyebutkan adanya pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Warganet yang mengaku sebagai korban kemudian saling berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk menyamakan informasi. Dari diskusi itu, dugaan bahwa WO memberi penawaran menarik untuk menarik pelanggan muncul.
Salah satu korban, Tamay (26), mengungkapkan bahwa acara pernikahannya yang dilaksanakan pada hari Sabtu mengalami masalah. Katering makanan tidak datang, hanya dekorasi yang tersedia. Saat ini, pihak WO sudah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara, sementara korban yang ingin memastikan kejelasan dugaan penipuan juga hadir.
Beberapa korban yang acara pernikahannya sudah berlangsung dimintai keterangan. Sementara korban yang acaranya baru akan dilaksanakan, seperti Tamay yang menikah April 2026, belum bisa diproses karena kasusnya dianggap belum termasuk tindak pidana penipuan.
Kasus Penipuan Lain yang Terjadi
Nasib serupa juga menimpa Akmal dari Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ia memesan katering 1.000 porsi untuk resepsinya, tapi hanya 20 porsi yang diantar. Awalnya, Akmal masih berpikir mungkin telat atau terlambat, tetapi ketika makanan datang, hanya diantarkan oleh driver, tanpa kehadiran pihak WO, dan jumlahnya jauh dari yang dipesan.
Dari 16 gubukan makanan, hanya lima yang tersaji, dan sushi yang seharusnya dari brand ternama diganti merek lain. Dekorasi ruangan juga tidak selesai. Akmal dan istrinya terpaksa memesan makanan secara terpisah agar tamu bisa makan.
Akmal berencana melapor ke Polres Jakarta Barat, namun karena sudah ada laporan yang sedang diproses di Jakarta Utara, ia mempertimbangkan untuk menyatukan laporan.
Pengalaman Serupa Sebelumnya
Tragedi penipuan WO ini bukan pertama kali terjadi. Tahun 2023, M (29) dan calon suaminya tertipu WO bernama Rina Rahmadi Project. Mereka telah mentransfer Rp 25 juta, tapi WO tidak menepati janji. Uang yang sudah masuk ke beliau senilai Rp 20 jutaan dari total Rp 47 juta.
M dan calon suami mengetahui dugaan penipuan setelah menghubungi fotografer dan katering yang seharusnya bekerja sama dengan WO tersebut, hingga terungkap pelaku memiliki utang Rp 350 juta. Dari Rp 20 juta baru dikembalikan Rp 3 juta setelah didatangi ke rumahnya. Si WO tersebut hanya janji-janji aja, bahkan sudah sampai tanda tangan (di atas) materai, ada juga korbannya yang mencapai kerugian Rp 50 juta.
Tips Agar Calon Pengantin Tidak Tertipu
Setelah melihat bagaimana dugaan penipuan WO dapat menghancurkan resepsi pernikahan, penting bagi calon pengantin untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa WO. Daniel Budi, CEO & Founder Shilo Planner & Organizer, memberikan beberapa tips agar calon pengantin terhindar dari penipuan WO:
- Cek media sosial: lihat akun WO/WP, testimoni, dan vendor yang bekerja sama.
- Lihat pernikahan pelanggan: Pastikan hasil karya WO sesuai selera.
- Hadiri pameran pernikahan: Vendor yang ikut pameran biasanya sudah dikurasi.
- Cek pengalaman: Seberapa lama WO beroperasi menunjukkan keseriusan mereka.
- Teliti kontrak kerja sama: Pastikan semua poin sesuai kesepakatan sebelum tanda tangan.
“Kalau dirasa ada yang mengganjal, ditanyakan. Tapi kalau penjelasannya masih kurang mengena, silakan pilih vendor yang lain,” imbau Daniel.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar