
Hasil Tes DNA Belum Keluar, Penyidik Masih Menunggu
Hasil tes DNA terhadap kerangka yang diduga adalah Alvaro Kiano Nugroho (6) hingga kini belum diterima oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
“Hasil tes DNA belum keluar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/12/2025). Nicolas menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu kapan hasil tersebut akan dikeluarkan. “Belum tahu. Mudah-mudahan dalam minggu ini ya,” kata eks Kapolres Metro Jakarta Timur itu.
Prarekonstruksi Dilakukan oleh Tersangka
Sebelumnya, Alex Iskandar (49), ayah tiri sekaligus tersangka pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), menjalani prarekonstruksi di rumahnya wilayah Tangerang, Jumat (21/11/2025). Dalam proses tersebut, Alex memperagakan rangkaian tindakan yang diduga dilakukan hingga menyebabkan tewasnya Alvaro.
Selama prarekonstruksi, Alex terlihat tenang saat memeragakan setiap adegan. Ia mengulangi langkah demi langkah secara rinci, termasuk cara memasukkan jasad Alvaro ke dalam mobil sebelum membawanya ke Tenjo, Bogor. Dalam rekaman yang diterima, Alex memperagakan bagaimana ia menggunakan sehelai handuk yang tergantung di rumah untuk membekap korban, yang saat itu diperankan oleh pemeran pengganti.
Usai korban jatuh ke lantai, pelaku kembali membekap dan mencekik bagian leher korban hingga tidak bergerak. Setelah memastikan korban tak lagi memberi respons, Alex memperagakan bagaimana ia menaruh handuk ke tempat awal. Ia lalu membungkus tubuh korban dengan menggunakan lakban dari kepala sampai kaki, sebelum memasukkannya ke dalam kantong plastik.
Prarekonstruksi kemudian berpindah ke area garasi. Di tempat itu, Alex menunjukkan bagaimana ia menempatkan jasad korban di belakang sebuah mobil berwarna putih. Ia lalu mengangkat dan memindahkannya ke dalam kendaraan. Jenazah diletakkan di kursi penumpang bagian tengah. Setelah rangkaian itu, Alex memperagakan rute yang ia tempuh saat membawa jasad Alvaro ke wilayah Tenjo untuk membuangnya.
Tujuan Prarekonstruksi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, prarekonstruksi digelar tak lama setelah Alex ditangkap atau sebelum pelaku tewas diduga gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. “Pelaksanaan prarekonstruksi ini dilaksanakan untuk mengetahui dan membuat terang suatu peristiwa,” ujar Budi, saat dikonfirmasi, Jumat (28/11/2025).
“Pelaksanaan prarekonstruksi dilaksanakan Jumat, 21 November 2025, setelah tersangka diminta keterangan dan mengakui semua perbuatannya,” sambungnya.
Pembunuhan dengan Cara yang Mengerikan
Selain disekap, Alvaro Kiano Nugroho (6) ternyata juga dicekik oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49) hingga tewas kehabisan nafas. Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, dalam konferensi pers, Kamis (27/11/2025).
“Dan kami juga sudah melakukan prarekonstruksi bagaimana AI itu melakukan perbuatannya, pembunuhannya, penyekapannya pada saat dia sekap dengan handuknya itu, terus dia cekik dan dia tindih, itu sudah dipraktikkan,” ujar Nicolas, di Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Cara Alex menyekap korban menggunakan handuk, mencekik, dan menindih tubuh korban hingga meninggal diketahui saat prarekonstruksi. Kasus tersebut awalnya dilaporkan sebagai laporan kehilangan anak hingga akhirnya menjadi kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian.
Proses Penyelidikan dan Pengungkapan Fakta
Kasus ini ditangani Polsek Pesanggrahan bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan keterangan sejumlah saksi yang mengarah pada Alex Iskandar.
“Akhirnya laporan polisi yang awalnya penculikan dan kehilangan anak itu, akhirnya dari Polsek Pesanggrahan dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan selanjutnya kita melakukan gelar perkara,” katanya.
“Untuk apakah ini kasus kehilangan anak, ataukah ada lain-lain, akhirnya kita tingkatkan menjadi laporan polisi menjadi kasus kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan penculikan dan atau penculikan anak dan atau pembunuhan dan atau pembunuhan berencana,” sambung dia.
Alex sempat ikut melapor bersama kakek korban bernama Tugimin serta berpura-pura membantu pencarian. Hal ini membuat penyidik sempat menaruh kecurigaan kepada keluarga ayah kandung Alvaro yang sedang berada di lapas. Namun, setelah pemeriksaan saksi tambahan, termasuk saksi kunci berinisial G, alur peristiwa mengarah kembali kepada Alex.
[NAMA-0]
[NAMA-1]
[NAMA-2]
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar