Pengujian Material Jl Hertasning - Aroepala Diresmikan, Proyek Target Selesai Akhir Desember

Pengujian Material Jl Hertasning - Aroepala Diresmikan, Proyek Target Selesai Akhir Desember

Perbaikan Jalan Hertasning - Aroepala Dalam Proses

Ruas jalan Hertasning hingga Aroepala di Kota Makassar akan segera mengalami perbaikan. Ruas jalan ini sering menjadi keluhan para pengendara, terutama di Jl Aroepala yang menuju perbatasan Gowa. Selama bertahun-tahun, hanya dilakukan penambalan dengan menggunakan paving block. Titik terparah di depan RS Primaya juga telah ditambal sementara dengan paving block.

Paket 1 lokasi pengerjaannya meliputi Jl Hertasning hingga Jl Aroepala di Kota Makassar. Kemudian berlanjut arah Jl Tun Abdul Razak hingga ke Jl HM Yasin Limpo Gowa arah poros Malino. Lanjut poros Bili-Bili arah Malino, Malino - Tondong Sinjai sampai ke Tanete - Tana Beru (Bulukumba). Kontrak paket 1 sudah diteken dengan nilai mencapai Rp430,7 Miliar untuk penanganan sepanjang 300,24 km.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan mengatakan bahwa masih ada proses uji materil sebelum konstruksi di lapangan dimulai. "Secepat ya, karena kan pasti ada mobilisasi, kemudian ada uji material, itu juga. Tidak mungkin kan kita langsung. Dia ceritanya, dia penyedia ini langsung jor-jor mau aspal tidak pasti, material mana yang harus kita uji dulu, kualitasnya," kata Andi Ihsan.

Andi Ihsan menegaskan bahwa uji materil dilakukan pada spesifikasi pengerjaan yang sudah ditetapkan. Setelah lolos uji materil, maka pengerjaan di lapangan bisa dimulai. "Itu kurang lebih mungkin sampai 23 minggu itu (Uji materil)," ujar Andi Ihsan.

Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel Irawan Darmayasamin optimis uji materil bisa berlangsung tepat waktu. "Insyallah mulai fisik bulan ini," tegas Irawan.

Terkait mekanisme kerjanya nanti, rekayasa lalu lintas disiapkan. Irawan mengaku pengerjaan jalan akan dibagi per jalur. "Iya per jalur (dikerja) dan kemungkinan kerjanya di malam hari," sambungnya.

Ruas Jl Hertasning sepanjang 1,8 km akan diaspal kembali. Sementara lebar 19 meter dipertahankan untuk dua jalur. Sedangkan untuk Jl Aroepala sepanjang 1,8 km akan pengerasan beton. Lebar Jl Aroepala 14 meter tetap dipertahankan.

Perkerasan beton memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan perkerasan aspal. Walaupun secara biaya konstruksi relatif lebih mahal. Pekerjaan beton memiliki biaya pemeliharaan rendah. Kemudian umur pelayanan lebih lama, bisa mencapai 20 tahun. Sementara daya dukung terhadap beban tinggi sehingga cocok untuk segala jenis pembebanan lalu lintas.

Pengerjaan beton juga lebih mudah secara bahan material. Selain itu jalan beton juga lebih tahan terhadap genangan air.

Untuk aspal sendiri secara kontur lebih halus dibanding beton sehingga lebih nyaman bagi pengendara. Biayanya pun cenderung lebih ekonomis. Aspal pada jalan juga lebih mudah diperbaiki jika terjadi kerusakan, berbanding terbalik dengan beton. Pengerjaan jalan aspal juga relatif lebih cepat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan