
Proses Pengukuran Lahan untuk Pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto
Pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Cimahi sedang dalam proses pengukuran lahan pendukung. Diperlukan sekitar 4.200 meter persegi lahan untuk mendukung proyek underpass yang bertujuan sebagai solusi mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Achmad Nuryana menjelaskan bahwa pihaknya ditugaskan untuk menyiapkan lahan pendukung. "Saat ini masih dalam tahap pengukuran," ujarnya saat dihubungi.
Underpass Gatsu direncanakan akan dibangun oleh Pemprov Jabar. "Data detail ada di provinsi, luasan total 4.200 meter untuk pendukung pembangunan underpass dengan kiri kanan harus ada jalan," tambahnya.
Dari perencanaan yang diketahui Pemkot Cimahi, panjang underpass diperkirakan mencapai 480-500 meter dari Jalan Gatot Subroto hingga Taman Kartini. Dimensi lebar sekitar 9 meter beserta trotoar.
Sejumlah lahan milik negara turut terdampak. "Karena itu dilakukan pengukuran antara rencana penghitungan dari Pemprov Jabar dan pengelola lahan negara dalam hal ini TNI, PT KAI, PT Telkom, PT POS. Sejauh ini sudah klop sih," jelasnya.
Dia menyatakan, pembangunan proyek tersebut masuk program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di tahun 2026.
Dalam perencanaan, juga terdapat lahan yang harus dibebaskan. "Kalau badan jalan untuk underpass itu provinsi akan melaksanakan eksekusi fisik lelang dan sebagainya. Kita tugasnya menyiapkan lahan pendukung," tuturnya.
Alasan Pembangunan Underpass
Sebelumnya, Walikota Cimahi Ngatiyana menyatakan pembangunan underpass sejalan dengan kepentingan keselamatan operasi kereta api yang harus diprioritaskan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan lainnya.
"Salah satunya dasarnya kenapa underpass kita bangun, adalah tidak ada perlintasan sebidang kereta api dengan kendaraan lain sesuai Undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Cimahi sudah ada underpass Jalan Dustira, sekarang kita bangun di sisi Jalan Gatsu," katanya.
Selain itu, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jl. Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Volume arus lalu lintas di kawasan itu semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya KA Feeder yang mengangkut penumpang Whoosh.
"Yang kedua, mengurangi kemacetan. Keberadaan Whoosh membuat buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan. Sekarang ini setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya adalah mengurangi kemacetan dan resiko kecelakaan akhirnya kita berpikir bangun underpass," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar