
Bandung Zoo Kembali Dibuka, Pengunjung Berbondong-Bondong Datang
Bandung Zoo, yang dikenal sebagai salah satu ikon kota Bandung, telah kembali beroperasi setelah lima bulan lamanya tidak menerima pengunjung. Sejak dibuka kembali, kebun binatang ini langsung diserbu oleh banyak pengunjung. Hingga saat ini, jumlah pengunjung telah melebihi 60 ribu orang.
Humas Bandung Zoo, Syulhan Syafii, menyampaikan bahwa Bandung Zoo memiliki peran penting dalam memperkenalkan Kota Bandung kepada dunia. Ia mengatakan bahwa levelnya bisa diibaratkan seperti Persib, sebuah klub sepak bola ternama di Bandung.
“Levelnya mungkin sama kayak Persib. Bandung pisan,” ujar Syulhan Syafii, saat ditemui oleh media.
Donasi Jadi Bentuk Kepercayaan Pengunjung
Yang menarik, untuk saat ini, pengunjung dapat masuk ke Bandung Zoo dengan cara berdonasi, baik berupa pakan maupun uang. Syulhan mengungkapkan bahwa pihaknya juga kaget karena antusiasme warga Bandung dan daerah lain terhadap kebun binatang ini sangat besar.
Donasi tidak hanya datang dari warga Bandung, tetapi juga dari luar daerah, termasuk komunitas dan aktivis pecinta satwa. Beberapa kebun binatang lain juga memberikan dukungan.
Donasi dapat diberikan di pintu masuk. Semua donasi diterima tanpa paksaan, tanpa adanya tiket berbayar. Pihak pengelola sengaja mengarahkan pengunjung agar melakukan donasi di area pintu masuk. Pengunjung yang membawa sayur atau pakan satwa diminta menyerahkannya kepada petugas, bukan dibawa masuk ke dalam area kandang.
Kebijakan ini diambil demi keselamatan satwa dan pengunjung, mengingat kondisi kebun binatang yang kini sangat padat.
“Kita cegat di depan. Bawa sayur, bawa makanan, masukin ke box. Itu bentuk kecintaan warganya,” jelas Syulhan.
Ia menambahkan, pengunjung tetap boleh masuk meski tidak membawa apa-apa.
“Mau donasi mangga, mau tidak juga mangga. Silakan masuk.” katanya.
Pembatasan Jam Operasional dan Pengawasan Ekstra
Setelah dibuka kembali, jam operasional Bandung Zoo masih dibatasi hingga pukul 14.00 dan dibuka sekira pukul 09.00. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga keselamatan, mengingat di dalam kawasan terdapat 711 satwa yang membutuhkan pengawasan ekstra.
Seluruh karyawan, terutama para keeper, dikerahkan dengan tingkat konsentrasi tinggi. Aktivitas feeding satwa pun ditiadakan sementara, termasuk penjualan pakan di dalam area.
“Kita ini ruang publik, tapi ada satwanya. Jadi penyesuaiannya harus ekstra,” jelas Syulhan.
Koordinasi dengan Instansi Terkait
Untuk pengamanan, Bandung Zoo juga berkoordinasi dengan berbagai instansi. Polsek setempat, Satpol PP, hingga BKSDA Jawa Barat ikut berjaga dan berpatroli setiap hari. Kondisi sejauh ini terpantau kondusif.
Pengunjung bebas menikmati ruang terbuka hijau, menggelar tikar untuk botram, atau sekadar berjalan santai. Namun pengelola tetap mengingatkan soal ketertiban, mulai dari antre masuk, penggunaan sound system, area merokok, hingga pengelolaan sampah.
“Kita siapkan tempat sampah, trash bag, sampai pengolahan sampah sendiri. Mohon sampahnya ditertibkan,” kata Syulhan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar