Pengusaha UMKM Ciptakan Jutaan Rupiah di Expo Ekraf Manggarai Barat

Pengusaha UMKM Ciptakan Jutaan Rupiah di Expo Ekraf Manggarai Barat

Pelaku UMKM di Labuan Bajo Meraih Keuntungan dari Expo Ekraf

Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mengalami peningkatan pendapatan setelah terlibat dalam kegiatan Expo Ekraf yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.

Pengalaman Putri dalam Expo Ekraf

Putri, salah satu pelaku UMKM di Labuan Bajo, menyampaikan bahwa selama dua hari penyelenggaraan Expo Ekraf, pendapatannya meningkat signifikan. Produk yang ia jual adalah minuman dan makanan ringan dengan harga khusus sebesar Rp 10.000 per item. Lapaknya diberi nama Cemilan Putri.

"Selain itu, ada berbagai buah seperti buah naga, alpukat, jeruk, dan kacang sembunyi. Lalu ada puding dan risol, dengan harga khusus sebesar Rp 15.000," ujar Putri.

Ia menjelaskan bahwa dirinya baru menekuni bidang UMKM sekitar satu tahun lebih. Ia merasa bersyukur dapat dilibatkan dalam acara tersebut.

"Saya sangat berterima kasih karena bisa ikut serta dalam acara seperti ini. Ini menjadi kebanggaan bagi saya, semoga ke depannya bisa kembali dilibatkan," tambahnya.

Putri mengungkapkan bahwa keuntungan yang ia peroleh mencapai Rp 1.000.000 hingga lebih selama dua hari penyelenggaraan Expo Ekraf.

Produk Minuman Segar dari Es Teh Poci

Selain lapak Cemilan Putri, ada juga lapak lain bernama Es Teh Poci yang menjual minuman segar dengan berbagai varian rasa. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 17.000.

Penjaga lapak Es Teh Poci, Katrin Wago, menjelaskan bahwa lapak ini setiap harinya berjualan di dua lokasi, yaitu di Cowang Dereng dan Kawasan Mawatu Labuan Bajo.

"Jika kita membuka di Mawatu, harga mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 20.000. Sejauh ini, yang paling laris adalah Es Teh Poci rasa Leci," kata Katrin.

Menurutnya, di Kawasan Mawatu, lapak Es Teh Poci ramai dikunjungi pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Namun, pada hari biasa tidak terlalu ramai.

Namun, selama dua hari penyelenggaraan Expo Ekraf, total keuntungan yang diraup oleh Es Teh Poci mencapai jutaan rupiah. Meskipun demikian, Katrin tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah pasti keuntungan yang diperoleh.

Manfaat Expo Ekraf bagi Pelaku UMKM

Expo Ekraf memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan dan meningkatkan penjualan. Acara ini juga menjadi ajang promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada wisatawan dan masyarakat setempat.

Dengan partisipasi aktif dari berbagai pelaku UMKM, Expo Ekraf berhasil menciptakan sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas usaha kecil. Hal ini diharapkan dapat menjadi awal dari pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di wilayah Labuan Bajo.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan