Peningkatan Penumpang Internasional di Batam Mencapai 22 Persen, Mudik Domestik Tertunda

Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Batam Selama Nataru

Arus penumpang di pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengusahaan (BP) Batam mengalami lonjakan signifikan selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal ini menunjukkan adanya pergeseran dalam pola perjalanan masyarakat, khususnya terhadap rute internasional yang menjadi favorit utama.

Berdasarkan data terbaru hingga H+5 (30 Desember 2025), total pergerakan penumpang internasional mencapai angka 316.236 orang. Angka ini melonjak tajam sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan yang signifikan ini terutama terlihat pada Terminal Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay.

Penumpang yang berangkat ke luar negeri, khususnya ke Singapura dan Malaysia, meningkat sebesar 30 persen. Sementara itu, jumlah penumpang yang datang dari luar negeri juga mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen. Berbeda dengan tren internasional, rute domestik justru menunjukkan pertumbuhan yang relatif lebih rendah, yaitu sebesar 6,7 persen atau sebanyak 205.487 orang.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menjelaskan bahwa ada anomali perilaku masyarakat selama Nataru kali ini. "Masyarakat cenderung menunda mudik karena jarak waktu ke Angkutan Lebaran 2026 sangat dekat. Inilah yang membuat pergerakan penumpang domestik relatif lebih terkendali dibandingkan internasional," ujar Benny dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Siaga Penuh Menuju Puncak Arus Balik

Meski arus penumpang terkendali, BP Batam tetap mempersiapkan diri menghadapi potensi lonjakan kedua yang diprediksi akan terjadi pada 4 Januari 2026. Untuk menghadapi hal tersebut, beberapa langkah strategis telah diambil, antara lain:

  • Ekstra Armada: Koordinasi dengan agen pelayaran dilakukan untuk menambah kapal di rute-rute yang padat.
  • Digitalisasi: Optimalisasi sistem e-ticketing digunakan untuk meminimalkan antrean panjang.
  • Monitoring Real-Time: Integrasi CCTV pelabuhan dengan Pusat Informasi Transportasi (PUSINTRANS) Kemenhub dilakukan untuk memantau kondisi secara langsung.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesuksesan pengelolaan Nataru ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan "pemanasan" menuju tantangan yang lebih besar, yaitu Angkutan Lebaran 2026. "Evaluasi periode Nataru ini menjadi fondasi bagi kami untuk memperkuat infrastruktur dan layanan menyambut Angkutan Lebaran 2026. Kami ingin memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan aman," tegas Amsakar.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan