
Petugas Jaga Pintu Perlintasan Kereta Api Diduga Mabuk Saat Bertugas
Suasana malam yang biasanya sepi di sekitar perlintasan kereta api wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, tiba-tiba menjadi perhatian aparat kepolisian. Seorang petugas jaga pintu perlintasan kereta api diduga mabuk saat bertugas dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Kecurigaan petugas Polsek Cibatu muncul ketika tengah melaksanakan patroli dan melintas di palang pintu perlintasan kereta api Nomor 235. Petugas jaga perlintasan terlihat menunjukkan perilaku tidak wajar dan berbicara tidak terarah, sehingga memancing perhatian aparat kepolisian yang sedang berpatroli.
Kapolsek Cibatu, Iptu Amirudin Latif mengatakan, anggotanya kemudian melakukan pemeriksaan dan interogasi terhadap petugas jaga tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas itu mengakui telah mengonsumsi minuman keras sebelum atau saat bertugas.
“Setelah dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui telah mengonsumsi minuman keras,” ujar Amirudin, Jumat, 2 Januari 2026.
Disebutkannya, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 31 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Kapolsek Cibatu bersama anggota Polsek Cibatu tengah melaksanakan patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tuturnya, pihaknya segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Kepala Stasiun setempat. Langkah itu dilakukan agar petugas jaga pintu perlintasan yang diduga mabuk segera digantikan demi mencegah risiko kecelakaan.
Menurut Amir, kondisi petugas yang tidak sadar penuh saat bertugas sangat membahayakan. Kelalaian sekecil apa pun dalam mengoperasikan pintu perlintasan dapat berakibat fatal, baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang.
“Sekitar 10 menit kemudian, petugas pengganti tiba di lokasi dan langsung mengambil alih tugas penjagaan pintu perlintasan. Dengan demikian, aktivitas lalu lintas dan perjalanan kereta api dapat kembali berjalan dengan aman dan terkendali,” katanya.
Sementara itu, tambah Amir, petugas jaga pintu perlintasan yang diduga mabuk diamankan oleh anggota Polsek Cibatu. Polisi kemudian memberikan pembinaan dan imbauan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Amir menegaskan, tindakan tersebut merupakan bentuk pencegahan demi menjaga keselamatan masyarakat. Pihak kepolisian berkomitmen memastikan keamanan dan kelancaran transportasi kereta api, khususnya di wilayah hukum Polsek Cibatu, agar kejadian serupa tidak membahayakan nyawa pengguna jalan maupun penumpang kereta api.
Tindakan yang Diambil oleh Aparat Kepolisian
Beberapa tindakan telah diambil oleh aparat kepolisian untuk memastikan keselamatan masyarakat:
- Pemeriksaan terhadap petugas jaga: Anggota Polsek Cibatu melakukan interogasi terhadap petugas jaga yang diduga mabuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa petugas tersebut mengakui telah mengonsumsi minuman keras.
- Pergantian petugas: Setelah ditemukan adanya indikasi mabuk, petugas jaga yang bersangkutan segera digantikan oleh petugas pengganti agar tidak terjadi risiko kecelakaan.
- Pembinaan dan imbauan: Petugas jaga yang diduga mabuk diamankan dan diberikan pembinaan serta imbauan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
- Koordinasi dengan stasiun kereta api: Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kepala Stasiun setempat untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Pentingnya Kesadaran Petugas Jaga
Petugas jaga di perlintasan kereta api memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api. Keberadaan mereka sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa pintu perlintasan selalu dalam kondisi siap operasional dan tidak menyebabkan bahaya.
Sebuah kesalahan kecil, seperti tidak mengoperasikan pintu perlintasan dengan benar, bisa berdampak besar. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan yang berujung pada korban jiwa. Oleh karena itu, kesadaran dan tanggung jawab petugas jaga sangat penting dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kedisiplinan dan kesadaran petugas jaga di perlintasan kereta api. Dengan tindakan cepat dan koordinasi yang baik antara aparat kepolisian dan stasiun kereta api, risiko kecelakaan dapat diminimalkan. Selain itu, tindakan pembinaan dan edukasi juga diperlukan untuk memastikan bahwa petugas jaga selalu dalam kondisi siap dan tidak mengalami gangguan akibat pengaruh alkohol atau faktor lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar