Ringkasan Berita:
- SPPG di Jawa Tengah mendadak dikejutkan dengan kabar bahwa truk yang mengangkut pesanan susu mereka isinya kosong
- Nanang yang bertanggung jawab untuk pemesanan menyebut syok mengetahui kondisi tersebut.
- Pihak Nanang ditipu dan pilih lapor ke polisi.
nurulamin.proPedagang di Pekalongan, Jawa Tengah dibuat syok dan lemas mengetahui truk yang datang untuk bahan makanan MBG justru kosong.
Seorang pedagang asal Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan menjadi korban dugaan penipuan dengan modus truk kosong.
Korban mengalami kerugian lebih dari Rp114 juta setelah mentransfer uang untuk pembelian ribuan karton susu yang ternyata tidak pernah ada.
Korban diketahui bernama Nanang Sumawan (48).
Dia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Paninggaran pada Sabtu (27/12/2025) malam setelah menyadari bahwa transaksi yang dilakukannya merupakan bagian dari penipuan terencana.
Kronologi
Peristiwa itu bermula saat korban membutuhkan pasokan susu untuk keperluan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui media sosial Facebook, korban berkomunikasi dengan seorang pria yang mengaku bernama Naufal.
Pelaku menawarkan penjualan 2.000 karton susu dengan harga di bawah pasaran dan menjanjikan pengiriman pada hari yang sama.
"Pelaku menawarkan harga murah dan meyakinkan pengiriman dilakukan hari itu juga."
"Semua komunikasi melalui Facebook dan WhatsApp," ujar Nanang, Jumat (2/1/2026), seperti dikutip nurulamin.prodari TribunJateng.com, Sabtu (3/1/2026).
Untuk meyakinkan korban, pelaku mengatur kedatangan sebuah truk ke lokasi yang disepakati, yakni di Dukuh Godang, Desa Paninggaran, sekira pukul 20.51.
Sopir truk tersebut mengaku hanya menerima pekerjaan pengiriman melalui media sosial dan tidak mengenal pelaku maupun korban.
Sopir menolak membuka segel bak truk sebelum pembayaran dilunasi.
Setelah korban mentransfer uang sesuai invoice yang diberikan, barulah diketahui bahwa truk tersebut dalam kondisi kosong dan tidak bermuatan susu sebagaimana dijanjikan.
"Saya sudah transfer sesuai invoice, tapi setelah itu sopir menyampaikan kalau truknya kosong."
"Susu sama sekali tidak ada," ungkapnya.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut.
Menurutnya, kasus ini memiliki pola yang hampir sama dengan kejadian di Kedungwuni.
"Pelapor membutuhkan susu untuk SPPG dan berkomunikasi dengan terlapor melalui Facebook."
"Pelaku menjanjikan 2.000 karton susu, namun setelah uang ditransfer, barang tidak ada," jelas Kapolres AKBP Rachmad.
Kapolres menambahkan, antara pelapor, pelaku, dan sopir truk tidak saling mengenal, sehingga kuat dugaan adanya rekayasa transaksi untuk memperdaya korban.
"Saat ini terlapor masih dalam pengejaran dan kasus masih dalam proses penyelidikan," tegasnya.
Pihak mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli, terutama yang dilakukan secara daring.
"Pastikan barang benar-benar ada sebelum melakukan pembayaran."
"Jika menemukan transaksi mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian," pungkasnya.
SPPG berinovasi
SPPG Palmerah berupaya membuat siswa tetap semangat menerima menu MBG.
Menu kejutan
Salah satunya lewat menu kejutan mingguan, hidangan favorit siswa seperti spageti atau burger yang tetap dirancang bersama ahli gizi agar tetap sehat.
Menariknya, ide menu kejutan ini banyak datang langsung dari para siswa.
Mereka biasanya menyelipkan secarik kertas berisi permintaan menu ke dalam ompreng.
"Ada menu kejutan, menu kejutan diadakan seminggu sekali. Mereka (siswa) memberikan tanggapan suka kasih surat di dalam ompreng, ya paling dominan burger, spageti dan kami adakan spesial. Misalnya ultah Presiden, hari Jumat itu kita buat menu kejutan saya pikir itu bisa merasa siswa jadi enggak bosan," ucap Saiful saat ditemui Wartakotalive.com,dikutip nurulamin.pro, Sabtu (13/11/2025).
Tak hanya fokus pada keamanan dan variasi menu, SPPG Palmerah juga melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok bahan, mulai dari lele hingga tahu dan tempe.
Pihak lain dapat manfaat
Kehadiran program MBG pun tak hanya memberi manfaat bagi pelajar, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta Barat, memastikan dapurnya menerapkan standar ketat demi menjaga kualitas makanan yang dikirimkan ke para siswa.
Kepala SPPG Palmerah, Saiful Arifin, menceritakan bahwa dapur yang mulai beroperasi sejak November 2024 itu bekerja mengikuti pedoman Badan Gizi Nasional (BGN).
Setiap bahan makanan yang masuk hingga proses pendistribusian selalu melalui pengecekan berlapis.
Rutinitas dapur padat
Rutinitas dapur dimulai sejak pukul 02.00 dini hari. Para pekerja memulai hari dengan briefing singkat untuk memastikan kondisi tim siap dan seluruh APD lengkap dikenakan mulai dari masker, sarung tangan, hingga celemek.
Sekitar 49 orang terlibat dalam produksi harian, mulai dari koki, staf administrasi, hingga relawan pencuci ompreng.
Setiap hari, dapur ini mampu menghasilkan sekitar 3.800 porsi makanan untuk didistribusikan ke 12 sekolah di Jakarta Barat.
Demi menjaga keamanan, setiap porsi memiliki batas waktu simpan (holding time) hanya enam jam.
Itulah sebabnya proses memasak dilakukan bertahap, mengikuti jam keberangkatan distribusi.
Pencegahan kontaminasi turut menjadi perhatian besar.
Area bahan mentah dan matang dipisah, peralatan masak dibedakan sesuai jenis bahan, dan suhu penyimpanan selalu dijaga sesuai standar.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews nurulamin.pro
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar