
berita
, JAKARTA Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD Indonesia mencatatkan penjualan yang luar biasa berkat model city car listrik terbarunya, BYD Atto 1.
Penjualan BYD Atto 1 pada November 2025 tercatat hampir sama dengan total penjualan seluruh merek LCGC yang terdiri dari Toyota, Daihatsu, dan Honda. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD Atto 1 menembus angka 8.333 unit pada bulan tersebut, menunjukkan lonjakan permintaan yang signifikan di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dari total penjualan tersebut, varian Dynamic Standard Range memberikan kontribusi sebesar 4.878 unit, sementara varian Premium Extended Range mencatatkan 3.455 unit. Seluruh unit Atto 1 masih diimpor secara utuh (CBU) dari Tiongkok.
Model ini pertama kali diluncurkan dalam ajang GIIAS 2025 pada Juli lalu dan langsung menarik perhatian karena harganya yang kompetitif dengan segmen LCGC. BYD Atto 1 dibanderol mulai dari Rp199 juta untuk varian Dynamic, sedangkan varian Premium dijual dengan harga Rp235 juta OTR Jakarta.
Penjualan LCGC Menurun
Di sisi lain, total penjualan LCGC pada November 2025 mencapai 8.879 unit, hanya sedikit lebih tinggi dari penjualan BYD Atto 1. Permintaan terhadap mobil LCGC mengalami penurunan sebesar 30% (year-on-year/YoY) dibandingkan 12.737 unit pada November 2024.
Jika dilihat secara bulanan, penjualan LCGC tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 1% (month-to-month/MtM) dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 8.945 unit.
Toyota Calya tetap menjadi model LCGC terlaris pada November 2025 dengan pencapaian 3.122 unit, meningkat 2,12% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.057 unit.
Berikutnya, Daihatsu Sigra berada di posisi kedua dengan volume wholesales sebesar 2.105 unit, naik 24,62% secara bulanan. Disusul oleh Honda Brio yang mencatatkan penjualan sebanyak 1.717 unit.
Secara berurutan, model LCGC terlaris berikutnya adalah Toyota Agya dengan 1.415 unit dan Daihatsu Ayla sebanyak 520 unit pada periode yang sama.
Total volume penjualan mobil wholesales sepanjang JanuariNovember 2025 masih terkontraksi sebesar 9,6% YoY menjadi 710.084 unit, dibandingkan periode 11 bulan 2024 yang mencapai 785.917 unit.
Penjualan mobil secara ritel juga mengalami penurunan sebesar 8,4% YoY menjadi 739.977 unit, dibandingkan pada 11 bulan 2024 yang mencatatkan angka 807.586 unit.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar