Penjualan BYD Capai 4,55 Juta Unit di 2025, Ekspor Melonjak Signifikan

Penjualan BYD Capai 4,55 Juta Unit di 2025, Ekspor Melonjak Signifikan

Performa Penjualan BYD di Tahun 2025

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, mencatatkan kinerja penjualan yang luar biasa pada akhir tahun 2025. Total penjualan mobil sepanjang tahun tersebut mencapai 4.550.036 unit, meningkat sekitar 7 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Segmen BEV sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan

Menurut data yang dirilis oleh CarNewsChina, segmen battery electric vehicle (BEV) menjadi motor utama pertumbuhan penjualan BYD. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menjual 2,25 juta unit BEV ke pasar global, meningkat hampir 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan listrik semakin meningkat di berbagai negara.

Sementara itu, penjualan plug-in hybrid (PHEV) sedikit mengalami penurunan menjadi 2,28 juta unit, turun sekitar 8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024. Meskipun begitu, kontribusi dari BEV dan PHEV tetap seimbang dalam total penjualan BYD.

Ekspansi Pasar Internasional yang Mengesankan

Salah satu pencapaian terbesar BYD pada tahun 2025 adalah pertumbuhan ekspor yang signifikan. Untuk pertama kalinya, penjualan di pasar internasional mampu melampaui satu juta unit. Total ekspor mencapai 1,04 juta kendaraan selama tahun tersebut, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa strategi ekspansi global BYD berjalan secara agresif dan efektif.

Penjualan Bulan Desember 2025

Pada bulan Desember 2025, BYD berhasil menjual 414.784 kendaraan penumpang secara global. Meski angka ini sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama pada tahun 2024, penjualan di luar negeri justru mencetak rekor baru dengan 133.172 unit.

Di bulan tersebut, BYD memasarkan 190.712 unit BEV dan 224.072 unit PHEV. Jika digabungkan dengan lini kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD selama 2025 mencapai 4,6 juta unit.

Strategi Produksi yang Berubah

Sejak menghentikan produksi mobil berbahan bakar bensin pada April 2022, BYD sepenuhnya mengandalkan portofolio BEV dan PHEV. Langkah ini kini terlihat membuahkan hasil yang nyata seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik di berbagai negara. Dengan fokus penuh pada kendaraan listrik, BYD telah membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap tren industri otomotif global dapat memberikan hasil yang luar biasa.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan