Penyembunyian Pembunuh Anak Maman Suherman, Pencurian di Rumah Kader Golkar, dan Ancaman Pistol ke W

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS

Setelah hampir dua minggu kasus pembunuhan MAHM (9), putra dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, terus menyisakan tanda tanya, akhirnya pelaku pembunuhan berhasil diamankan. Pelaku yang dikenal dengan inisial HA ini ditangkap setelah melakukan aksi pencurian di rumah seorang kader Golkar.

HA tertangkap ketika sedang mencuri di rumah Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Saat itu, ia bersembunyi karena ketahuan oleh asisten rumah tangga (ART) saat melakukan aksi pencurian tersebut.

Kejadian Pencurian dan Penangkapan

Peristiwa pencurian terjadi saat kondisi rumah Roisyudin dalam keadaan sepi. Dede Rohana, kerabat Roisyudin, menjelaskan bahwa rumah tersebut sering ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang setiap akhir pekan. Hal ini membuat rumah tersebut kosong pada hari Minggu.

Aksi pencurian yang dilakukan HA terekam kamera CCTV dan dilaporkan ke Polsek Cilegon. Dalam kejadian itu, sejumlah perhiasan hilang. Selain itu, sebuah brankas sempat dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda, tetapi ditinggalkan oleh pelaku karena belum sempat dibuka.

Brankas yang tertinggal itulah yang akhirnya membuat pelaku kembali lagi ke rumah tersebut untuk melakukan aksi pencurian kedua. Pada Jumat siang, saat rumah kembali dalam kondisi sepi, pelaku masuk ke rumah dengan tujuan membongkar brankas tersebut. Namun, aksinya kepergok oleh ART yang sedang membersihkan rumah.

Pelaku yang panik berusaha melarikan diri. Saat berupaya melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh. ART lantas meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik rumah yang selanjutnya melapor ke polisi.

Penangkapan yang Dramatis

Penangkapan berlangsung cukup dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol ke arah warga. “Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak,” kata Dede. Setelah ditangkap, pistol tersebut ternyata adalah pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang.

Saat ditangkap, ditemukan darah di tubuh pelaku yang diduga akibat terjatuh dan membentur tangga.

Kasus Pembunuhan MAHM

Sementara dalam kasus tewasnya MAHM, polisi memastikan bukan karena perampokan. Sebab, tidak ada barang-barang berharga di rumah korban yang hilang. Kepastian ini didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah.

“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ujar AKP Sigit Dermawan, Kepala Seksi Humas Polres Cilegon.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis itu diketahui sekira pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, Maman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D. Di telepon itu, D berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya. Mendapat kabar itu, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di rumah, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan