Penyidik Periksa HP Seluruh Penghuni Rumah Terkait Pembunuhan Anak Tokoh PKS

Penyidik Periksa HP Seluruh Penghuni Rumah Terkait Pembunuhan Anak Tokoh PKS

Penyelidikan Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon

Kasus pembunuhan anak dari seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten, masih menjadi perhatian masyarakat. Anak laki-laki dari Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, yakni MAHM alias A (9 tahun), ditemukan tewas dengan 22 luka tusukan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025). Kini, penyidik sedang berupaya keras untuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji, menyampaikan bahwa penyelidikan bisa dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pemeriksaan alat bukti elektronik seperti ponsel. Menurutnya, pemeriksaan ponsel orang-orang yang ada di rumah korban sangat penting dalam menemukan petunjuk terkait kasus ini. Hal ini karena dari pemeriksaan tersebut, penyidik bisa mengetahui apakah ada percakapan, video, atau panggilan telepon yang berkaitan dengan kejadian pembunuhan tersebut.

Susno menjelaskan, "Nah, selain daripada di TKP juga saya katakan alat bukti elektronik lain yaitu berupa HP. Maka HP yang di rumah itu semua harus diperiksa. HP kakaknya, HP korban sendiri. Kalau korban ini sudah punya HP, HP pembantunya, HP satpam, HP siapa, untuk dibuka semua. Ada enggak pembicaraan atau ada enggak WA. Ada enggak telepon, ada enggak video dan lain-lain yang terkait dengan peristiwa pembunuhan ini."

Selain itu, Susno juga menilai bahwa luka-luka yang dialami korban bisa memberikan petunjuk tentang identitas pelaku. Ia menekankan bahwa dari hasil visum luarnya maupun dalam, bisa ditemukan informasi penting. "Yang paling banyak bicara adalah terkait dengan luka-luka itu. Nah, saya yakin pasti ada yang ditinggalkan di situ," ujarnya dalam program 'Kompas Petang' Kompas TV, Jumat (26/12/2025).

Tantangan dalam Penyelidikan

Penyidik menghadapi beberapa kendala dalam proses penyelidikan. Salah satu masalah utama adalah tidak berfungsinya kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian (TKP). Selain itu, kondisi hujan saat kejadian membuat jejak-jejak pelaku terhapus. Hal ini memperumit upaya polisi dalam mengidentifikasi pelaku.

Menurut Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan, penyidik telah memeriksa delapan saksi dalam rangka mengusut kasus ini. Saksi-saksi tersebut berasal dari keluarga korban hingga warga sekitar di lokasi kejadian. "Penyelidik telah meminta keterangan delapan orang saksi yang terdiri dari keluarga korban ataupun kepada orang lain yang ada di sekitar,” katanya.

Ayah korban juga termasuk salah satu pihak yang telah dimintai keterangan terkait kematian MAHM. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melakukan pencarian rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, menurut Sigit, CCTV yang berada di rumah korban dalam kondisi rusak sejak dua pekan sebelum peristiwa terjadi. "Masih kami cari CCTV, karena yang tetangga depan ya, itu pun sama. Dan fokusnya tidak ke rumah tersebut," jelas Sigit.

Peran Partai PKS dalam Kasus Ini

Dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang tayang di Kompas TV, Senin (22/12/2025), Ketua DPP PKS Bidang Advokasi Partai, Nurul Amalia, menyampaikan bahwa ayah korban masih berduka atas tragedi ini. "Ayah korban tentu saja masih berduka karena kehilangan anaknya," ujarnya.

Lebih lanjut, Nurul menyatakan bahwa PKS terus mengawal dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian. "Kami masih mempercayakan kepada penyidik ya, kepolisian yang sudah melakukan penyelidikan sesuai dengan mekanisme." Ia juga menyebutkan bahwa informasinya sudah ada 8 orang yang diperiksa, terkait dengan motif dan lain-lain. "Terus siapa pelakunya kami juga masih menunggu karena ini memang belum dirilis oleh penyidik sebagai hasil penyelidikan untuk menentukan siapa sebenarnya pelaku dan apa motifnya," ucap Nurul Amalia.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Penyidik

Penyidik terus berupaya mencari bukti-bukti yang relevan dalam kasus ini. Selain pemeriksaan saksi dan pencarian CCTV, mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ada di TKP. Termasuk di dalamnya adalah pakaian korban dan hasil visum yang bisa memberikan informasi penting tentang kejadian tersebut.

Susno Duadji menegaskan bahwa pemeriksaan ponsel sangat penting dalam penyelidikan. "Dari pemeriksaan HP ini kemudian bisa ditelusuri apakah ada pembicaraan, video, atau panggilan telepon yang membahas kasus pembunuhan anak politisi PKS itu."


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan