
Kondisi Banjir di Kota Prabumulih Masih Mengancam
Hingga Jumat (12/12/2025) pagi, kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Prabumulih masih belum surut sepenuhnya. Beberapa daerah dikabarkan masih terendam air hingga saat ini. Diketahui, banjir tersebut menimpa delapan kelurahan, yaitu Prabusari, Bakaran, Cambai, Karang Raja, Tugu Kecil, Gunung Ibul, Gunung Ibul Utara, dan Muaradua.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa ketinggian air bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa. Di beberapa media sosial, terlihat bahwa ketinggian air di Prabumulih masih cukup tinggi, bahkan sampai setinggi pinggang. Hal ini membuat warga khawatir dan memilih untuk segera mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman.
Para petugas terlihat aktif dalam proses evakuasi warga yang terdampak banjir. Mereka menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama lansia, ibu hamil, anak-anak, serta warga yang rumahnya terendam air hingga bagian dalam. Banyak warga yang juga membawa barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah penyelamatan dokumen penting SK ASN oleh seorang warga yang dititipkan kepada Babinsa saat proses evakuasi berlangsung. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi simbol kepanikan warga dalam menyelamatkan aset penting mereka. Selain dokumen, banyak warga juga menyelamatkan barang elektronik seperti televisi dan kulkas dengan cara mengangkatnya lebih tinggi atau membawanya menggunakan perahu karet.
Air cepat naik, jadi apapun yang bisa diselamatkan, kami selamatkan dulu, ujar seorang warga yang tengah dievakuasi.
Sungai Kelekar Meluap
Sungai Kelekar menjadi salah satu penyebab utama lambatnya penurunan genangan air. Debit air yang masih tinggi menyebabkan air meluap hingga bagian bawah jembatan dan menghantam permukiman sekitarnya. Kemarin malam air sempat turun sedikit, tapi hujan deras turun lagi. Akhirnya banjir makin tinggi, kata Ahmad, warga Gunung Ibul.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat langkah penanggulangan banjir di Prabumulih. Kalau hujan besar sedikit saja, sudah pasti banjir. Drainase jelek, sungai dangkal, makanya cepat meluap. Pemerintah harus segera tindak lanjut, ungkap Adi, warga lainnya.
Jembatan di Prabumulih Ambruk
Sebuah jembatan di Jalan Tenggamus Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, ambruk pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.45 WIB. Jalan amblas diduga akibat bagian bawah tanah di kiri dan kanan terkikis oleh derasnya arus air sungai Kelekar.
Saat kejadian, sedang ada petugas Babinkamtibmas Aipda Arfan bersama masyarakat yang sedang memantau debit air dari atas jembatan pasca banjir melanda sejumlah titik di kota Prabumulih. Beruntung keduanya tidak mengalami luka-luka saat jembatan amblas, namun akibat kejadian itu keduanya mengalami shock.
Petugas kepolisian lain bersama masyarakat langsung memasang garis polisi agar masyarakat khususnya para pengendara tidak melintas di jembatan amblas tersebut. Dengan terputusnya jembatan tersebut akses menuju ke Kelurahan Muaradua harus ditempuh lebih jauh.
Masyarakat terpaksa harus memutar ke jalan Lingkar Timur kota Prabumulih maupun ke Jalan Bukit Lebar untuk menyeberang. Kejadian sore tadi, jembatan amblas diduga bagian bawah terkikis arus air yang deras, ungkap Andrea, satu di antara masyarakat ketika dibincangi wartawan.
Akibat jembatan putus itu kata Andre, pihaknya terpaksa harus memutar ketika akan pulang dari arah simpang patung kuda Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih. Terpaksa harus jalan lingkar memutar arah jalan bukit lebar, jauh memutar akibat jembatan roboh ini, lanjutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar