Perak yang Luka, Atlet Kotamobagu Protes Kurangnya Perlindungan di Porprov Sulut XII

Perak yang Luka, Atlet Kotamobagu Protes Kurangnya Perlindungan di Porprov Sulut XII

Atlet Muaythai Kota Kotamobagu Mengeluhkan Kurangnya Pendampingan dan Jaminan Keselamatan Saat Porprov Sulut XII 2025

Atlet Muaythai asal Kota Kotamobagu, Renaldo Kasibulan, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya pendampingan dan jaminan keselamatan atlet saat berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara XII tahun 2025. Kejadian ini viral di media sosial dan mendapat respons dari masyarakat luas.

Renaldo mengalami cedera cukup serius selama pertandingan, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Meski sedang menahan rasa sakit, ia tetap melanjutkan pertandingan hingga babak final dan berhasil meraih medali perak untuk Kota Kotamobagu.

Kondisi yang Membuat Kecewa

Menurut Renaldo, saat insiden cedera terjadi, para pendamping yang seharusnya bertugas tidak hadir di lokasi pertandingan. Ia mengaku bingung karena tidak ada tenaga medis atau pendamping dari pemerintah yang memastikan keselamatan atlet. Justru pengurus KONI Kotamobagu yang pertama kali datang membantu dan mengurus kebutuhan Renaldo, termasuk saat ia dilarikan ke rumah sakit.

Ia menyayangkan kondisi tersebut dan menilai pendampingan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, Renaldo yang sebelumnya dipersiapkan untuk berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, menyatakan enggan melanjutkan ke tingkat tersebut akibat pengalaman buruk yang dialaminya.

“Tentu saya kecewa dengan hal ini,” ujar Renaldo saat ditemui. Meski kini sudah mulai pulih dan bisa berjalan, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pendampingan dan penanganan keselamatan atlet, khususnya terhadap SKPD yang ditunjuk untuk mendampingi atlet selama Porprov berlangsung.

Penjelasan dari Pihak Terkait

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Kota Kotamobagu, Hendra Mokoagow, menjelaskan bahwa sebelum Porprov digelar, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan. Surat tersebut bertujuan untuk meminta bantuan tenaga medis, obat-obatan, serta perlengkapan penunjang kesehatan bagi para atlet. Permintaan tersebut diajukan sebagai langkah pencegahan, namun hingga pertandingan berlangsung, tidak ada bantuan maupun tenaga medis dari pihak tersebut yang hadir mendampingi atlet.

Hendra juga menyebutkan bahwa setiap cabang olahraga yang berangkat ke Porprov sudah memiliki pendamping dari SKPD yang ditunjuk langsung oleh Wali Kota, Weny Gaib. Untuk cabang olahraga Muaythai, pendamping tersebut berasal dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM serta Bidang Ekonomi Pembangunan Kotamobagu. Hal yang sama juga diutarakan Renaldo, bahwa pendamping tersebut tidak berada di arena saat insiden terjadi.

Tanggapan dari KONI Kotamobagu

Di sisi lain, Wakil Ketua KONI Kotamobagu, Anugerah Begie Chandra Gobel, menyatakan bahwa KONI akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk membahas serta mengevaluasi permasalahan ini. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan penanggung jawab keselamatan atlet, tidak hanya dalam tahap persiapan tetapi juga setelah ajang berlangsung.

“Secapatnya kami akan berkoordinasi dengan pemerintah. Evaluasi ini penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang pada iven-iven berikutnya,” ucapnya.

Harapan Renaldo

Renaldo kemudian berharap peristiwa ini dapat ditindaklanjuti oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu dengan mengevaluasi kembali kinerja para pendamping yang ditunjuk untuk mendampingi atlet selama Porprov kemarin.

Sekadar informasi, dalam ajang Porprov Sulut XII, kontingen Kotamobagu berhasil meraih total 98 medali. Terdiri dari 24 emas, 37 perak, dan 37 perunggu, sekaligus menempatkan Kotamobagu pada posisi keenam klasemen perolehan medali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan