BERLIN, nurulamin.pro
- Perampokan bank yang terjadi di kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, akhir pekan lalu menarik perhatian publik.
Sekelompok perampok bertopeng awalnya memasuki sebuah garasi yang langsung terhubung dengan bangunan bank. Melalui jalur tersebut, mereka berhasil masuk ke dalam bank dan menggunakan bor berukuran besar untuk menembus ruang brankas bawah tanah. Para pelaku kemudian membawa kabur harta nasabah senilai 30 juta euro atau sekitar Rp 590 miliar.
Penggunaan dua mobil mewah
Menurut laporan dari media internasional, rekaman kamera keamanan menunjukkan bahwa para pelaku menggunakan mobil Audi hitam dengan plat nomor curian. Selain itu, mereka juga membawa van Mercedes-Benz putih untuk mengangkut hasil rampasan.
Meskipun para pencuri membayar token parkir untuk Audi yang terparkir selama pencurian, mereka secara paksa mengangkat palang garasi agar van dapat masuk dan keluar. Namun, pihak kepolisian belum mengkonfirmasi kapan kendaraan-kendaraan itu terekam kamera.
Namun, pihak berwenang mengatakan bahwa alarm kebakaran di kompleks tersebut berbunyi pada Minggu (28/12/2025) pukul 03.58 pagi.
Perampokan yang terencana dengan matang
Polisi menyebutkan bahwa para perampok sudah mengetahui dengan pasti apa yang mereka cari. Pelaku bahkan menghabiskan waktu berjam-jam membuka loker pribadi dengan alat yang kemungkinan besar adalah linggis.
Perampokan di Gelsenkirchen ini awalnya kurang mendapat perhatian karena isi barang curian tidak jelas. Skala pencurian baru mulai terungkap dalam beberapa hari kemudian.
"Itu adalah pekerjaan para profesional," kata juru bicara kepolisian, Thomas Nowaczyk, Rabu. Menurutnya, banyak detail tentang pencurian itu masih belum jelas, termasuk identitas dan jumlah perampok yang terlibat.
Beberapa pihak kini menganggapnya sebagai salah satu perampokan bank paling berani dalam sejarah Jerman baru-baru ini. Bank Sparkasse Gelsenkirchen mengatakan, para perampok telah membobol 95 persen dari 3.250 brankas pribadi.
Besarnya hasil rampasan tersebut telah dibandingkan dengan perampokan Green Vault pada 2019, ketika para pencuri membobol bekas istana kerajaan di Dresden dan membawa kabur 90 buah perhiasan.
Brankas telah diasuransikan
Pihak bank disebut telah mengasuransikan setiap kotak hingga 10.300 euro atau sekitar Rp 202 juta. Namun, karena banyak warga Jerman menggunakan brankas bank untuk menyimpan barang berharga yang nilainya tidak diketahui, para pencuri mungkin telah mengambil jauh lebih banyak daripada nilai asuransi kotak-kotak tersebut.
Polisi mengatakan, saat kabar perampokan menyebar pada Senin (29/12/2025), hingga 200 pelanggan berkumpul di depan bank menuntut untuk berbicara dengan staf tentang barang berharga mereka. Suasana semakin panas seiring bertambahnya jumlah massa, beberapa mulai melontarkan ancaman.
Banyak dari mereka yang terkena dampak adalah pelanggan keturunan Turki yang menyimpan emas atau perhiasan emas di kotak penyimpanan aman mereka. Beberapa korban mengatakan kepada polisi bahwa kerugian mereka jauh melebihi nilai pertanggungan kotak mereka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar