Perawatan Anjing Terlantar di Jogja oleh Ron-Ron Dog Care

Perawatan Anjing Terlantar di Jogja oleh Ron-Ron Dog Care

Kehidupan di Ron Ron Dog Care: Tempat Harapan bagi Ratusan Anjing Terlantar

Di kawasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersembunyi sebuah tempat yang menjadi harapan bagi ratusan anjing yang terlantar. Tempat ini dikenal sebagai Ron Ron Dog Care (RRDC), yang didirikan oleh Victor (50) sejak tahun 2019. Saat ini, RRDC menjadi rumah bagi sekitar 200 ekor anjing, dengan dedikasi yang lahir dari keprihatinan mendalam terhadap masalah hewan peliharaan di kawasan Yogyakarta.

Victor bukanlah seorang penggemar anjing sejak awal. Bahkan, ia mengaku baru memelihara anjing pada tahun 2016. Namun, keputusan untuk mengadopsi satu atau dua ekor anjing yang membutuhkan secara tak terduga telah mengubah hidupnya dan ribuan nyawa anjing lainnya.

Siklus Penelantaran Anjing di Yogyakarta

Siklus penelantaran anjing di Yogyakarta seringkali terjadi, terutama selama musim wisuda. Victor menyebutnya sebagai 'musim banjir' anjing dan kucing. Banyak anak kos yang datang dari luar kota memutuskan memelihara anjing atau kucing untuk menemani mereka. Sayangnya, mereka hanya berpikir jangka pendek. “Nanti kalau lulus, saya bawa pulang,” kata Victor. Namun, setelah lulus, mereka umumnya langsung bekerja, pindah ke kota lain, dan akhirnya meninggalkan peliharaannya.

Pemeliharaan hewan dijadikan sekadar hobi sesaat, bukan komitmen seumur hidup. Hal ini membuat Victor merasa prihatin. Selain itu, RRDC juga sering menjadi tempat penitipan barang bukti kasus kriminal, terutama yang melibatkan perdagangan atau penyiksaan anjing.

Kesulitan Polisi dalam Menangani Kasus Kriminal

Victor menjelaskan kesulitan yang dihadapi aparat kepolisian. "Polisi mungkin tidak punya kandang, tidak punya tempat, tidak punya orang yang bisa pelihara, terutama jika jumlahnya banyak," ujarnya. Akibatnya, anjing-anjing yang disita, yang terkadang berjumlah puluhan ekor dan dalam kondisi memprihatinkan, dititipkan ke shelter seperti RRDC hingga proses pengadilan selesai.

Anjing-anjing ini seringkali memerlukan perawatan intensif dan memakan waktu berbulan-bulan. “Semua anjing di sini, divaksin, disteril, dan dilatih agar tidak galak,” tutur Victor. Ia berharap, ratusan anjing terutama yang memiliki riwayat trauma bisa pulih secara fisik dan mental.

Masyarakat Melihat Anjing dari Shelter sebagai Hewan yang Layak Dipelihara

Victor juga mengharapkan agar masyarakat melihat anjing dari shelter sebagai hewan yang sehat, terlatih, dan layak dipelihara, bukan sebagai hewan buangan. Berlokasi di Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, RRDC terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, baik untuk adopsi secara gratis maupun sekadar bermain dengan anjing-anjing di sana.

Peliharaan Jadi Simbol Status

Dalam beberapa tahun terakhir, Victor melihat adanya peningkatan budaya pamer dan tren hewan eksotis yang juga menyumbang pada masalah penelantaran. Ia menyoroti bagaimana maraknya pameran hewan dan influencer yang memamerkan anjing-anjing ras mahal. Orang-orang berlomba untuk tampil beda, memelihara anjing yang harganya fantastis bahkan hingga ratusan juta rupiah sebagai simbol status.

Namun, seiring berjalannya waktu, tren berubah atau pemiliknya bosan. “Suatu ketika mereka bosan, (hewannya) berakhir ke mana? Shelter,” ujar Victor. Ia bahkan memiliki anjing yang harga belinya mencapai ratusan juta rupiah yang ditinggalkan pemiliknya di shelter.

Tak hanya anjing, tren memelihara hewan eksotis seperti iguana, ular, hingga buaya (yang pernah ia rescue dari anak kos) juga berujung pada nasib yang sama. Begitu sudah tidak lagi menarik atau merepotkan, hewan-hewan ini dilepas atau diserahkan tanpa kejelasan.

Fenomena ini dengan jelas menunjukkan adanya pergeseran nilai. Memelihara hewan telah bergeser dari komitmen jangka panjang menjadi sekadar gaya hidup sesaat.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan