
Perayaan Tahun Baru 2026 di Berbagai Belahan Dunia
Pergantian tahun 2026 menjadi momen penting bagi banyak orang di seluruh dunia. Dari perayaan yang penuh kegembiraan hingga tradisi yang kental akan makna spiritual, setiap negara memiliki cara unik dalam menyambut awal tahun baru.
Pergantian Tahun di Pasifik dan Australia
Di wilayah Pasifik, kota-kota yang berada dekat dengan Garis Tanggal Internasional seperti Kiritimati, Tonga, dan Selandia Baru menjadi yang pertama merayakan pergantian tahun. Suara lonceng dan kembang api menjadi bagian dari tradisi mereka.
Sementara itu, Sydney, Australia, merayakan Tahun Baru dengan perayaan kembang api megah. Sebanyak 40.000 efek piroteknik dinyalakan sepanjang tujuh kilometer di atas gedung dan tongkang di pelabuhan. Puncaknya adalah efek air terjun dari Jembatan Sydney Harbour. Namun, perayaan ini dilakukan di bawah pengamanan ketat setelah tragedi penembakan beberapa pekan sebelumnya.
Pada pukul 23.00 waktu setempat, warga mengheningkan cipta selama satu menit untuk para korban. Jembatan Harbour bermandikan cahaya putih, sementara simbol menorah diproyeksikan pada pilarnya sebagai lambang Yudaisme.
Wali Kota Sydney Clover Moore menyampaikan harapan bahwa Malam Tahun Baru menjadi momentum untuk bersatu dan menatap 2026 dengan harapan akan kedamaian dan kebahagiaan.
Tradisi di Korea Selatan dan Tiongkok
Di Seoul, Korea Selatan, ribuan orang memadati paviliun lonceng Bosingak. Lonceng perunggu tersebut dipukul 33 kali tepat tengah malam. Tradisi ini berakar pada kosmologi Buddha yang melambangkan 33 surga dan diyakini mengusir bala serta menyambut damai dan kemakmuran.
Di Juyong Pass, Tembok Besar China, perayaan dan tabuhan genderang menggema. Para peserta perayaan mengenakan atribut kepala dan mengibarkan papan bertuliskan “2026” serta simbol kuda, menjelang datangnya Tahun Kuda dalam kalender lunar China.
Di Hong Kong, kembang api Tahun Baru ditiadakan setelah kebakaran apartemen November lalu. Sebagai gantinya, pertunjukan cahaya bertema “Harapan Baru, Awal Baru” menyelimuti fasad gedung di distrik Central.
Tradisi di Kroasia dan Brasil
Kroasia mulai merayakan lebih awal. Sejak 2000, kota Fuzine menggelar hitung mundur pada tengah hari. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai daerah. Kerumunan bersorak, bersulang dengan sampanye, dan menari di bawah matahari. Beberapa pemberani bahkan menceburkan diri ke perairan dingin Danau Bajer.
Di Rio de Janeiro, Brasil, warga menyambut Tahun Baru dengan cuaca hangat melalui pesta musik dan kembang api “Reveillon.” Penyelenggara menargetkan memecahkan rekor perayaan malam Tahun Baru terbesar yang sebelumnya dicapai pada Guinness World Record 2024.
Perayaan di New York dan Athena
Di New York, pembatas keamanan dan panggung mulai dipasang menjelang lautan manusia yang akan memadati Times Square untuk tradisi penurunan bola. Di Athena, kuil Parthenon menyambut Tahun Baru dengan keheningan. Kembang api senyap dan ramah lingkungan dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap hewan peliharaan, satwa, dan sebagian warga.
Harapan Perdamaian di Kyiv dan Moskow
Di Kyiv dan Moskow, warga Ukraina dan Rusia memasuki Tahun Baru dengan harapan yang sama: perdamaian, setelah hampir empat tahun konflik berkecamuk. Larisa, seorang perempuan di pusat Moskow, menyampaikan harapan agar perang berakhir.
Di Ukraina, banyak yang menilai perdamaian masih terasa jauh. Namun di Kyiv, Olesia yang berusia sembilan tahun, berbalut pakaian hangat di depan pohon Natal Katedral Saint Sophia, menatap masa depan dengan keyakinan. “Saya percaya akan ada perdamaian di Tahun Baru,” ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar