Perayaan Tahun Baru 2026, Terompet Menggema di Jalan El Tari Kupang

Perayaan Tahun Baru 2026, Terompet Menggema di Jalan El Tari Kupang

Perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Kupang: Tidak Seperti Biasanya

Perayaan malam tahun baru di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti biasanya, suasana yang biasanya penuh dengan keramaian dan kebisingan justru terlihat lebih tenang. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme warga dalam merayakan pergantian tahun.

Suasana di Jalan El Tari

Pantauan menunjukkan bahwa di sejumlah ruas jalan utama di Kota Kupang, aktivitas warga tidak terlalu ramai. Namun, di sekitar jalan El Tari, tempat yang biasanya menjadi pusat perayaan, terlihat banyak warga memadati area tersebut. Mereka ingin berswafoto dengan Pohon Natal yang berjejer di sisi jalur protokol. Selain itu, kawasan ini juga dijajarkan aneka kuliner lokal seperti jagung bakar dan menu lainnya.

Sejak pagi hari, Kota Kupang diguyur hujan lebat. Meski begitu, warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Beberapa rumah ibadah membuka ibadah tutup tahun. Di jalan Frans Lebu Raya, satu jalur ke arah Gereja Maranatha Oebufu ditutup karena warga melakukan ibadah. Sementara itu, lalu lintas di jalan Frans Lebu Raya atau sepanjang Kelurahan TDM tetap lancar. Begitu juga di jalan utama seperti Frans Seda menuju arah jalan El Tari.

Pembatasan Lalu Lintas

Beberapa titik jalan di Kota Kupang dibatasi oleh aparat kepolisian. Misalnya, di Bundaran PU Kawasan yang menjadi salah satu pusat keramaian, hingga pukul 21.00 Wita, terlihat ramai lancar. Akan tetapi, sempat beredar kabar bahwa Bundaran PU akan menjadi pusat konvoi terompet. Oleh karena itu, polisi menyekat jalan dan mengalihkan kendaraan melewati jalan Frans Seda. Kendaraan tidak bisa memutar di area bundaran.

Di sepanjang jalan El Tari, petugas hanya membuka sisi kiri dan kanan jalan. Jalur tengah ditutup sementara. Sebuah flayer ajakan untuk penggunaan trompet massal di Kota Kupang sebelumnya beredar luas. Ajakan itu bertujuan memeriahkan malam pergantian tahun. Pamflet dengan tajuk Konvoi Trompet rencananya dimulai dari Bundaran PU Kota Kupang.

Penggunaan Terompet dan Aturan Polisi

Fenomena penggunaan trompet belakangan menjadi tren di Kota Kupang. Banyak remaja menggunakan alat tiup itu untuk memeriahkan suasana sejak perayaan Natal tahun 2025. Aparat Kepolisian sempat melakukan razia trompet yang meresahkan masyarakat.

Aparat Kepolisian dari Polda NTT diketahui telah mengeluarkan imbauan agar tidak membunyikan trompet sebelum pukul 22.00 Wita. Terlebih penggunaan disekitar fasilitas kesehatan, agar tidak ada pesta kembang api atau penggunaan trompet. Membunyikan trompet baru diizinkan setelah pukul 22.00 Wita hingga 02.00 Wita. Pelarangan juga untuk kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Polisi tidak mengizinkan itu dilakukan.

Suasana Malam Tahun Baru

Beberapa jam sebelum tutup tahun 2025, suasana di jalan El Tari Kota Kupang mulai ramai. Kendaraan dengan bunyi terompet saling bersahutan sepanjang jalan. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan ada juga yang berjalan kaki. Saling balas bunyi terompet terdengar memecah malam. Meski tidak ada bunyi kendaraan dengan knalpot racing, suara terompet bergema sepanjang jalan utama itu. Mereka meniup sembari memacu kendaraan.

Susana semakin padat detik-detik malam pergantian tahun. Bunyi petasan dari kejauhan dan suara nyaring terompet menyatu menyambut suasana pergantian tahun. Aparat Kepolisian menutup sejumlah jalan. Kemacetan pasca perayaan malam pergantian tahun tidak terhindar. Hingga dini hari, suasana di jalan El Tari maupun di Frans Seda masih padat kendaraan.

Pesan Gubernur NTT

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena meminta perayaan tahun baru 2026 sebagai momentum untuk melakukan refleksi, bukan sebagai ajang mabuk-mabukan. Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu menyerukan warga NTT untuk menjadikan suasana ini sebagai bagian untuk cerminan dalam evaluasi berbagai hal yang dilakukan sepanjang tahun 2025.

“Rayakan pergantian tahun dengan sukacita, tetapi jangan mabuk-mabukan. Jadikan momen ini sebagai refleksi atas apa yang sudah kita lakukan di tahun 2025 dan persiapkan diri untuk menghadapi tahun 2026,” ujarnya, Rabu (31/12/2025). Mantan anggota DPR RI itu mengingatkan masyarakat NTT untuk menumbuhkan empati dan solidaritas, khususnya kepada saudara-saudara yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah di NTT.

Menurutnya, suasana pergantian tahun seharusnya diisi dengan doa, kepedulian, dan semangat kebersamaan, bukan perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. “Di saat kita merayakan tahun baru, ingat saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Mari rayakan dengan sederhana, penuh makna, dan tetap menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan,” kata dia.

Gubernur Melki berharap, memasuki tahun 2026, masyarakat NTT semakin memiliki semangat baru untuk membangun daerah secara bersama-sama, menjaga persatuan, serta mendukung berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. “Refleksikan apa yang telah dilalui di tahun 2025 dan persiapkan diri menyongsong 2026 dengan semangat positif. Ayo bangun NTT bersama-sama,” katanya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan