
Peran Bank Mandiri dalam Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana
Bank Mandiri, sebagai salah satu bank milik negara di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan perannya sebagai agen pencipta nilai sosial. Salah satu inisiatif terbaru yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) dalam pembangunan lima jembatan bertipe bailey. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membantu pemulihan konektivitas wilayah-wilayah yang terisolir akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan nyata yang diberikan oleh Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menekankan bahwa kehadiran Jembatan Bailey diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif sebelum infrastruktur permanen dapat dibangun. Selain itu, jembatan ini juga diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terdampak.
Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Bencana
Riduan menjelaskan bahwa sinergi antara Bank Mandiri dan Kemenhan mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Pemilihan Jembatan Bailey didasarkan pada karakteristiknya yang adaptif, mudah dipasang, serta dapat dipindahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, instalasi Jembatan Bailey relatif cepat dan sangat sesuai untuk kondisi wilayah terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, melalui kolaborasi ini, Bank Mandiri berharap jembatan tersebut dapat menjadi sarana penghubung vital bagi mobilitas warga, distribusi bantuan, serta akses terhadap layanan publik. Dengan demikian, proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak dapat berlangsung lebih optimal.
Respons Kemanusiaan Berkelanjutan
Sejak akhir November hingga pertengahan Desember 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan dan menyiapkan lebih dari 288.889 paket bantuan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar seperti paket sembako, obat-obatan, keperluan wanita dan balita, selimut, genset, air bersih, kasur lipat, pakaian layak pakai, dan lainnya. Hal ini menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam memberikan respons kemanusiaan yang berkelanjutan.
Pada awal tahun, Bank Mandiri juga aktif dalam mendukung pembangunan 600 unit Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini menegaskan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang terus hadir, bergerak cepat, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.
Keterlibatan Relawan dalam Penanganan Bencana
Di lapangan, Bank Mandiri kembali mengirimkan Relawan Mandiri Tanggap Bencana yang menjadi ujung tombak pendampingan langsung masyarakat terdampak. Relawan ini menggantikan Relawan tahap awal di Kabupaten Gayo Luwes. Sebanyak 20 Relawan Mandiri Tanggap Bencana yang tergabung dalam batch kedua ini berasal dari lintas unit bisnis dan kantor wilayah, termasuk Mandiri Emergency Response Unit (Team MERU) Mandiri Club.
Relawan Mandiri Tanggap Bencana tidak hanya membantu pendistribusian logistik dan bantuan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap operasional posko tanggap bencana. Tugas mereka mencakup posko dapur umum, kesehatan, pendidikan, serta trauma healing. Dengan adanya relawan ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan yang maksimal bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar