Perbandingan APS Kelompok Umur 19-23 Tahun: Sumsel di Atas Lampung, Bengkulu di Bawah

Perbandingan APS Kelompok Umur 19-23 Tahun: Sumsel di Atas Lampung, Bengkulu di Bawah

Angka Partisipasi Sekolah di Indonesia Menurun Drastis Saat Memasuki Usia Perguruan Tinggi

Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan ketika siswa memasuki usia perguruan tinggi, yaitu antara 19 hingga 23 tahun. Hal ini terlihat jelas pada tiga provinsi di Sumatera, yaitu Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, dan Lampung.

Pada jenjang dasar (7-12 tahun) dan menengah pertama (13-15 tahun), angka APS seringkali berada di atas 95 persen. Namun, saat memasuki jenjang menengah atas (SMA/SMK) atau perguruan tinggi, angka tersebut menurun drastis. Perbedaan yang besar antara APS di jenjang dasar dan menengah pertama dengan jenjang atas menunjukkan adanya kesenjangan dalam akses pendidikan formal di kalangan penduduk usia sekolah.

Berikut adalah data APS dari tiga provinsi di Sumatera:

1. Sumatera Selatan

Di Sumatera Selatan, APS pada usia 7-12 tahun mencapai 99,50 persen. Ketika siswa memasuki jenjang SMP (usia 13-15 tahun), angka APS turun menjadi 95,68 persen. Penurunan yang lebih besar terjadi saat memasuki jenjang SMA (usia 16-18 tahun), di mana hanya tersisa 73,78 persen. Jika dilihat dari penurunan sebesar 22 persen, angka ini menunjukkan tantangan besar dalam menjaga partisipasi siswa di jenjang menengah atas.

Selanjutnya, saat memasuki usia perguruan tinggi (19-23 tahun), angka APS hanya tersisa 21,24 persen. Ini menunjukkan bahwa hanya sedikit siswa di Sumsel yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

2. Lampung

Provinsi Lampung juga mengalami penurunan yang serupa. APS di usia 7-12 tahun mencapai 99,62 persen. Di jenjang SMP (usia 13-15 tahun), angka APS turun menjadi 95,72 persen. Penurunan yang lebih besar terjadi saat masuk ke SMA (usia 16-18 tahun), di mana hanya tersisa 75,35 persen.

Saat memasuki usia perguruan tinggi (19-23 tahun), APS di Lampung hanya tersisa 20,68 persen. Angka ini menunjukkan bahwa banyak siswa di provinsi ini tidak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

3. Bengkulu

Di Provinsi Bengkulu, APS pada usia 7-12 tahun mencapai 99,29 persen. Saat memasuki jenjang SMP (usia 13-15 tahun), angka APS turun menjadi 97,01 persen. Penurunan lebih besar terjadi saat memasuki SMA (usia 16-18 tahun), di mana hanya tersisa 80,48 persen.

Namun, saat memasuki usia perguruan tinggi (19-23 tahun), APS di Bengkulu meningkat menjadi 34,18 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan Sumsel dan Lampung, meskipun masih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan APS

Beberapa faktor dapat menyebabkan penurunan APS saat memasuki jenjang perguruan tinggi, seperti keterbatasan akses pendidikan, biaya pendidikan yang tinggi, serta kurangnya motivasi atau kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan tinggi. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga juga menjadi hambatan bagi banyak siswa untuk melanjutkan studi.

Kesimpulan

Penurunan APS di Indonesia, khususnya di tiga provinsi di Sumatera, menunjukkan bahwa ada tantangan besar dalam menjaga partisipasi pendidikan formal hingga jenjang perguruan tinggi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, seperti bantuan finansial, program beasiswa, serta sosialisasi pentingnya pendidikan tinggi kepada masyarakat.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan