
Penetapan Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026
Pemerintah pusat telah menetapkan batas waktu bagi gubernur untuk menentukan besaran kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang menyatakan bahwa gubernur harus menetapkan UMP selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2025. Hal ini sejalan dengan berlakunya Peraturan Pemerintah No. 49/2025 tentang Pengupahan.
Yassierli menjelaskan bahwa penentuan UMP tidak hanya terbatas pada upah minimum provinsi, tetapi juga mencakup Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP). Selain itu, aturan ini memungkinkan gubernur untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).
Besaran kenaikan UMP ditentukan berdasarkan pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta indeks tertentu yang disepakati melalui sidang Dewan Pengupahan masing-masing provinsi. Berikut adalah rincian kenaikan UMP dan UMK di beberapa wilayah Jawa.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menetapkan UMP DIY tahun 2026 sebesar Rp2.417.495. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 6,78% dibandingkan UMP 2025 yang sebesar Rp2.264.081. Secara nominal, kenaikan UMP DIY mencapai Rp153.414.
Selain UMP, Gubernur DIY juga menetapkan UMK 2026 berdasarkan rekomendasi bupati/wali kota atas usulan Dewan Pengupahan kabupaten/kota. Berikut rincian UMK di Yogyakarta:
- UMK Kota Yogyakarta 2026: Rp2.827.593, naik 6,5% atau Rp172.551,17
- UMK Kabupaten Sleman: naik 6,4% atau Rp157.872,14 menjadi Rp2.624.387
- UMK Kabupaten Bantul: naik 6,29% atau Rp148.468 menjadi Rp2.509.001
- UMK Kabupaten Kulon Progo: naik 6,52% atau Rp153.280 menjadi Rp2.504.520
- UMK Kabupaten Gunungkidul: naik 5,93% atau Rp138.115 menjadi Rp2.468.378
Jawa Tengah
UMP Jawa Tengah 2026 ditetapkan sebesar Rp2.327.386, meningkat sebesar Rp158.037 atau 7,28% dari UMP 2025 yang sebesar Rp2.169.349. Untuk UMK, kota-kota di Jawa Tengah memiliki angka yang berbeda-beda:
- Kota Semarang: Rp3.701.709
- Kabupaten Demak: Rp3.122.805
- Kabupaten Kendal: Rp2.992.994
- Kabupaten Semarang: Rp2.940.088
- Kabupaten Kudus: Rp2.818.585
- Kabupaten Cilacap: Rp2.773.184
- Kabupaten Jepara: Rp2.756.501
- Kabupaten Batang: Rp2.708.520
- Kota Pekalongan: Rp2.700.926
- Kota Salatiga: Rp2.698.273
- Kabupaten Pekalongan: Rp2.633.700
- Kabupaten Magelang: Rp2.607.790
- Kabupaten Karanganyar: Rp2.592.154
- Kota Surakarta: Rp2.570.000
- Kabupaten Klaten: Rp2.538.691
- Kabupaten Boyolali: Rp2.537.949
- Kota Tegal: Rp2.526.510
- Kabupaten Sukoharjo: Rp2.500.000
- Kabupaten Pati: Rp2.485.000
- Kabupaten Tegal: Rp2.484.162
- Kabupaten Purbalingga: Rp2.474.722
- Kabupaten Banyumas: Rp2.474.599
- Kabupaten Wonosobo: Rp2.455.038
- Kabupaten Pemalang: Rp2.433.254
- Kota Magelang: Rp2.429.285
- Kabupaten Purworejo: Rp2.401.962
- Kabupaten Brebes: Rp2.400.350
- Kabupaten Kebumen: Rp2.400.000
- Kabupaten Grobogan: Rp2.399.186
- Kabupaten Temanggung: Rp2.397.000
- Kabupaten Rembang: Rp2.386.305
- Kabupaten Blora: Rp2.345.695
- Kabupaten Sragen: Rp2.337.700
- Kabupaten Wonogiri: Rp2.335.126
- Kabupaten Banjarnegara: Rp2.327.813
Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan UMK 2026 untuk 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Keputusan ini diterbitkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025. Berikut rincian UMK di Jawa Timur:
- UMK Kota Surabaya 2026: Rp5.288.796
- UMK Kabupaten Gresik 2026: Rp5.195.401
- UMK Kabupaten Sidoarjo 2026: Rp5.191.541
- UMK Kabupaten Pasuruan 2026: Rp5.187.681
- UMK Kabupaten Mojokerto 2026: Rp5.176.101
- UMK Kabupaten Malang 2026: Rp3.802.862
- UMK Kota Malang 2026: Rp3.736.101
- UMK Kota Batu 2026: Rp3.562.484
- UMK Kota Pasuruan 2026: Rp3.555.301
- UMK Kabupaten Jombang 2026: Rp3.320.770
- UMK Kabupaten Tuban 2026: Rp3.229.092
- UMK Kota Mojokerto 2026: Rp3.208.556
- UMK Kabupaten Lamongan 2026: Rp3.196.328
- UMK Kabupaten Probolinggo 2026: Rp3.164.526
- UMK Kota Probolinggo 2026: Rp3.045.172
- UMK Kabupaten Jember 2026: Rp3.012.197
- UMK Kabupaten Banyuwangi 2026: Rp2.989.145
- UMK Kota Kediri 2026: Rp2.742.806
- UMK Kabupaten Bojonegoro 2026: Rp2.685.983
- UMK Kabupaten Kediri 2026: Rp2.651.603
- UMK Kota Blitar 2026: Rp2.639.518
- UMK Kabupaten Tulungagung 2026: Rp2.628.190
- UMK Kota Madiun 2026: Rp2.588.794
- UMK Kabupaten Lumajang 2026: Rp2.578.320
- UMK Kabupaten Blitar 2026: Rp2.567.744
- UMK Kabupaten Nganjuk 2026: Rp2.564.627
- UMK Kabupaten Ngawi 2026: Rp2.556.815
- UMK Kabupaten Magetan 2026: Rp2.553.866
- UMK Kabupaten Sumenep 2026: Rp2.553.688
- UMK Kabupaten Madiun 2026: Rp2.553.221
- UMK Kabupaten Bangkalan 2026: Rp2.550.274
- UMK Kabupaten Ponorogo 2026: Rp2.549.876
- UMK Kabupaten Trenggalek 2026: Rp2.530.313
- UMK Kabupaten Pamekasan 2026: Rp2.528.004
- UMK Kabupaten Pacitan 2026: Rp2.514.892
- UMK Kabupaten Bondowoso 2026: Rp2.496.886
- UMK Kabupaten Sampang 2026: Rp2.484.443
- UMK Kabupaten Situbondo 2026: Rp2.483.962
Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan kenaikan UMP 2026 sebesar 0,7% atau sekitar Rp126.000. Gubernur Dedi Mulyadi mengumumkan keputusan tersebut setelah melalui pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Pengupahan serta perwakilan buruh dan pengusaha.
Berikut rincian UMK Jawa Barat 2026:
- Kota Bekasi: Rp5.992.931
- Kabupaten Bekasi: Rp5.938.885
- Kabupaten Karawang: Rp5.886.852
- Kota Depok: Rp5.522.662
- Kota Bogor: Rp5.437.203
- Kabupaten Bogor: Rp5.161.769
- Kabupaten Purwakarta: Rp5.052.856
- Kota Bandung: Rp4.737.678
- Kota Cimahi: Rp4.090.568
- Kabupaten Bandung: Rp3.972.202
- Kabupaten Bandung Barat: Rp3.990.428
- Kabupaten Sumedang: Rp3.949.855
- Kabupaten Sukabumi: Rp3.893.201
- Kabupaten Subang: Rp3.737.482
- Kabupaten Cianjur: Rp3.338.359
- Kota Sukabumi: Rp3.192.807
- Kota Tasikmalaya: Rp2.980.336
- Kabupaten Indramayu: Rp2.910.254
- Kabupaten Tasikmalaya: Rp2.871.874
- Kabupaten Cirebon: Rp2.880.797
- Kota Cirebon: Rp2.878.646
- Kabupaten Majalengka: Rp2.595.368
- Kabupaten Garut: Rp2.472.227
- Kabupaten Ciamis: Rp2.373.643
- Kabupaten Kuningan: Rp2.369.379
- Kota Banjar: Rp2.361.777
- Kabupaten Pangandaran: Rp2.351.250
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar