Perbarui Bea Cukai Pasca Ultimatum Purbaya, Percepat Digitalisasi dengan Peluncuran Situs Baru

Peneguhan Komitmen untuk Perbaikan Kinerja DJBC

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmen serius dalam membenahi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, ia memberikan ultimatum bahwa seluruh pegawai berpotensi dirumahkan jika tidak tercapai perbaikan kinerja dalam satu tahun. Bahkan, Purbaya menyampaikan pernyataan yang dianggap sebagai ejekan, bahwa pegawai bisa saja dirumahkan hingga pensiun tanpa menerima gaji.

“Kalau Bea Cukai enggak bisa perbaikin, dalam waktu setahun dari kemarin ada kemungkinan besar biaya cukai akan dirumahkan seluruh pegawainya. Jadi mungkin dirumahin aja sampai pensiun, enggak dibayar. Atau dibayar apa enggak, mau enggak kita bayarlah,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, Purbaya juga menyebut adanya opsi pembekuan dan alih tugas ke perusahaan swasta asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS), seperti praktik pada masa Orde Baru (Orba) jika tidak ada perbaikan yang signifikan.

Perubahan Tampilan Situs Web Bea Cukai

Sebagai bagian dari transformasi digital layanan kepabeanan dan cukai, Ditjen Bea Cukai memperkenalkan tampilan baru situs web www.beacukai.go.id. Perubahan ini dilakukan untuk memastikan informasi dan layanan publik lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa pembaruan situs dilakukan agar pengguna dapat mengakses layanan dengan lebih cepat, ringan, dan responsif. Seluruh fitur pada situs web Bea Cukai didesain ulang agar lebih mobile-friendly, sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat seluler.

Integrasi berbagai layanan kepabeanan dan cukai juga dipusatkan dalam satu portal untuk memudahkan navigasi pengguna. Mulai dari regulasi, prosedur pelayanan, fasilitas kepabeanan, hingga kanal pengaduan tersedia dalam satu tempat.

Selain penyempurnaan antarmuka, DJBC juga memperkuat struktur konten dengan penerapan search engine optimization (SEO) agar informasi terkait kepabeanan dan cukai lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.

“Akses layanan kepabeanan dan cukai kini lebih praktis, cepat, dan mobile-friendly. Semua layanan resmi Bea Cukai dalam satu portal digital,” katanya.

Modernisasi website ini menjadi simbol komitmen Bea Cukai untuk menghadirkan pelayanan publik yang makin baik dan modern. Masyarakat dapat mulai mengakses berbagai fitur dan layanan melalui www.beacukai.go.id.

Nirwala tidak menampik bahwa pembaruan platform digital ini juga menjadi salah satu langkah awal DJBC dalam membenahi diri setelah mendapat peringatan keras dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Upaya Perbaikan Internal DJBC

Sebelumnya, Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama memandang pernyataan Menkeu Purbaya sebagai bentuk koreksi yang harus dijadikan momentum perubahan. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki berbagai aspek internal DJBC.

“Ya, intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Yang pasti, Bea Cukai ke depannya akan berupaya untuk lebih baik,” ujar Djaka di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan