Perbatasan Thailand-Kamboja Membara, Ini Imbauan KBRI Bangkok

Imbauan KBRI Bangkok kepada Warga Negara Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok telah mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Thailand. Imbauan ini muncul setelah hubungan antara dua negara tersebut memanas dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah perbatasan.

KBRI Bangkok melalui akun Instagram resminya memberi peringatan kepada WNI untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Selain itu, WNI juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi, foto, atau video yang belum diverifikasi.

Imbauan tersebut juga menyarankan agar WNI menghindari perjalanan ke area perbatasan yang saat ini dinyatakan terdampak atau rawan. KBRI Bangkok menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi bersama dengan otoritas setempat dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.

Situasi di Perbatasan Thailand-Kamboja

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa bentrokan antara Thailand dan Kamboja terjadi sejak Senin (8/12/2025). Hingga kini, setidaknya 15 orang tewas, termasuk warga sipil, sementara lebih dari 500.000 warga mengungsi. Konflik ini berkaitan dengan sengketa garis batas sepanjang 800 kilometer yang ditetapkan pada era kolonial Perancis. Kedua negara saling menuntut sejumlah kecil kuil bersejarah di wilayah tersebut.

Bentrokan pekan ini menjadi yang paling mematikan sejak pertempuran selama lima hari pada Juli 2025. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas munculnya kembali konflik yang telah meluas ke lima provinsi di Thailand dan Kamboja.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa pasukan Thailand melancarkan serangan pada Kamis pagi di provinsi tertentu, dengan menembaki area Kuil Khnar. Di sisi lain, militer Thailand mengumumkan jam malam mulai pukul 19.00 hingga 05.00 di beberapa bagian Sa Kaeo.

Tentara Thailand juga mengklaim bahwa pasukan Kamboja menembakkan roket pada Rabu pagi yang menyasar Rumah Sakit Phanom Dong Rak di provinsi Surin.

Kamboja Siap Berunding

Meskipun demikian, Kamboja menyatakan siap bernegosiasi kapan pun dengan Thailand untuk menghentikan konflik di wilayah perbatasan. Penasihat senior Perdana Menteri Kamboja, Hun Mat, menyatakan bahwa kedua belah pihak dapat sepakat untuk berunding dan kemudian memulai komunikasi. Ia juga menggambarkan konflik ini sebagai permainan yang merugikan semua pihak.

Namun, Kamboja enggan memulai proses negosiasi sendiri. Menurutnya, harus ada niat baik yang disepakati bersama dari kedua belah pihak untuk menghentikan perang. Ia menekankan bahwa kedua negara akan selalu bertetangga, sehingga penting untuk mencapai konsensus.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa Kamboja harus menunjukkan ketulusan dan mengambil langkah pertama untuk meredakan ketegangan. Ia juga menolak mediasi yang dilakukan pihak ketiga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan