Perbedaan Gaya Verrell Bramasta dan Praz Teguh Saat Menyantuni Korban Banjir
Pada beberapa waktu terakhir, perhatian publik tertuju pada dua tokoh ternama di Indonesia, yaitu Verrell Bramasta dan Praz Teguh, yang sama-sama mengunjungi lokasi banjir di Sumatera. Namun, penampilan keduanya menimbulkan perbincangan hangat di kalangan netizen.
Verrell Bramasta, yang juga seorang anggota DPR RI, tiba di lokasi banjir dengan menggunakan rompi anti peluru yang bertuliskan namanya. Hal ini menjadi sorotan karena tidak banyak orang yang mengenakan alat perlindungan tersebut saat memberikan bantuan kepada para korban banjir. Meskipun demikian, Verrell tampak antusias dalam membantu membersihkan bangunan yang tergenang lumpur pasca-banjir.
Sementara itu, Praz Teguh justru hadir dengan penampilan yang lebih sederhana. Ia hanya mengenakan kaos, celana panjang hitam, sepatu boots, dan rompi relawan. Praz terlihat aktif membantu anggota TNI dan kepolisian dalam menyalurkan bantuan dari helikopter untuk warga. Ia juga sempat berbincang dan menghibur warga Padang, yang merupakan kampung halamannya.
Perbedaan gaya keduanya memicu komentar dari netizen. Banyak yang menyampaikan apresiasi terhadap Praz yang fokus pada bantuan nyata tanpa drama. Sebaliknya, ada yang merasa heran dengan alasan Verrell mengenakan rompi anti peluru di lokasi banjir. Netizen juga menyebut bahwa Praz tidak perlu melakukan hal-hal yang terkesan dramatis seperti yang dilakukan oleh pejabat lainnya.
Tidak hanya netizen biasa, pedangdut Inul Daratista juga ikut menyampaikan pendapatnya tentang fenomena pencitraan yang sering terjadi saat para publik figur memberikan bantuan untuk korban bencana. Dalam unggahannya, Inul mengecam sosok-sosok yang memanfaatkan momen bencana untuk kepentingan pribadi. Ia merasa miris dengan perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi korban yang sedang kesulitan.
Data Korban Banjir di Sumatera
Di tengah perdebatan mengenai gaya para artis saat memberikan bantuan, kabar terbaru tentang jumlah korban banjir di Sumatera juga membuat publik kaget. Berdasarkan data terbaru dari BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera mencapai 604 orang.
Wilayah Sumatera Utara menjadi yang paling parah dengan total korban meninggal sebanyak 283 jiwa. Di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal adalah 165 orang, sementara di Aceh tercatat 156 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak korban yang hilang atau dalam proses pencarian oleh Tim SAR dan aparat.
Banjir dan tanah longsor di Sumatera disebabkan oleh hujan deras yang intens melanda kawasan tersebut sejak 25 hingga 27 November 2025. BMKG menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana tersebut. Kondisi cuaca ekstrem ini telah menyebabkan kerugian besar baik secara materi maupun jiwa.


Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar