
KKP Memperkuat Sistem Sertifikasi Udang Bebas Cesium-137
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan berbagai upaya dalam memperkuat sistem deteksi kontaminasi radionuklida pada produk perikanan. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah penguatan kapasitas melalui pelatihan dan pengadaan alat pendukung. Dalam hal ini, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) telah mengambil inisiatif untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam mendeteksi adanya Cesium-137 di produk udang.
Ishartini, Kepala Badan Mutu KKP, menjelaskan bahwa KKP telah berhasil memperoleh 17 unit scanner radioaktif baru yang akan digunakan di Unit Pengolahan Ikan (UPI). Alat ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA), sehingga volume ekspor udang ke Amerika Serikat dapat meningkat secara signifikan.
- Peralatan tersebut akan ditempatkan di UPT Badan Mutu di Jawa dan Lampung, khususnya di daerah yang memiliki frekuensi dan volume ekspor tinggi ke AS.
- Sebelum digunakan, semua scanner radioaktif akan dikalibrasi oleh BAPETEN untuk memastikan akurasi dan keandalannya.
- Dengan penempatan yang tepat, layanan sertifikasi akan lebih maksimal, sehingga memperlancar proses pengiriman udang ke pasar internasional.
Spesifikasi Alat yang Sesuai dengan Persyaratan FDA
Seluruh scanner radioaktif yang dimiliki oleh KKP telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh FDA. Beberapa jenis alat yang digunakan antara lain Ortec dan Riid Eye Sam 940. Keberadaan sarana dan prasarana ini sangat penting dalam mendukung keberlanjutan ekspor udang bebas Cesium-137 dari Indonesia ke pasar AS.
- Alat-alat ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan radionuklida secara akurat dan efisien.
- Proses kalibrasi oleh BAPETEN menjamin bahwa hasil pengujian yang diperoleh dapat dipercaya.
- Dengan alat yang memenuhi standar internasional, KKP semakin memperkuat posisinya sebagai otoritas yang kompeten dalam sertifikasi mutu hasil perikanan.
Target Tahun Ini: Melengkapi Sarana dan Prasarana
Tahun ini menjadi tahun yang penting bagi Badan Mutu KKP dalam memenuhi target penguatan sarana dan prasarana dalam tata laksana sertifikasi udang bebas Cesium-137. Selain scanner radioaktif, KKP juga menyediakan peralatan uji radionuklida yang diperlukan untuk mendukung proses sertifikasi.
- Peralatan uji radionuklida digunakan untuk memastikan kelayakan produk sebelum diekspor.
- Adanya alat-alat ini memperkuat fungsi KKP sebagai competent authority (CA) dalam memastikan keamanan dan mutu hasil perikanan.
- Upaya ini juga mencerminkan komitmen KKP dalam menjaga standar kualitas produk perikanan Indonesia di pasar global.
Ekspor Perdana Udang Bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat
Sebelumnya, dalam acara pelepasan ekspor perdana udang bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat pada 3 November lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa keberhasilan KKP dalam menyelenggarakan tata laksana sertifikasi bebas Cesium-137 merupakan bukti ketangguhan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan Indonesia.
- Acara ini menjadi momen penting dalam membuktikan bahwa produk perikanan Indonesia mampu memenuhi standar internasional.
- Keberhasilan ini juga menjadi indikator bahwa KKP mampu menjalankan tugasnya sebagai otoritas yang kompeten dalam pengawasan mutu hasil perikanan.
- Dengan dukungan infrastruktur dan SDM yang memadai, ekspor perikanan Indonesia semakin diminati di pasar global.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar