
Acara Puncak Perhumas Goes to Campus 2025 di UNESA
Acara puncak dari rangkaian kegiatan Perhumas Goes to Campus (PGC) 2025 resmi ditutup pada 5 Desember 2025. Acara ini diselenggarakan dalam format Campus Town Hall di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tema sentral yang diangkat adalah “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global: Membangun Masa Depan Humas Indonesia Bersama.” Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, pejabat publik, dan mahasiswa.
Penutupan PGC 2025 juga sekaligus menjadi persiapan menjelang Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 yang akan digelar pada 13 Desember mendatang. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UNESA, Dwi Cahyo Kartiko, menekankan peran strategis KHI dan PGC dalam konteks Jawa Timur. Ia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun komunikasi yang mampu bersaing di tingkat global.
“Di tengah transformasi digital yang tumbuh cepat, peran humas semakin krusial. Bukan sekadar penyampai informasi, tetapi aktif membentuk narasi, menjaga reputasi, dan membangun kepercayaan publik,” ujar Dwi Cahyo Kartiko.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Perhumas Indonesia dalam memberikan ruang pengembangan bagi mahasiswa melalui Jambore Perhumas Muda, serta kepercayaan yang diberikan kepada UNESA sebagai tuan rumah penutup rangkaian PGC 2025.
Wawasan Lintas Sektor dari Praktisi Industri Strategis
Town Hall ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dari sektor industri dan teknologi strategis nasional. Mereka memberikan perspektif komprehensif mengenai evolusi peran humas di era digital.
Sebagai pembicara pertama, Aqsath Rasyid, CEO No Limit Indonesia, menyampaikan materi “Data-Driven Communication: Meningkatkan Daya Saing Global Melalui Analitik, Insight, dan Teknologi.” Ia menekankan bahwa kemampuan membaca data, social listening, serta insight digital menjadi kunci komunikasi modern.
Kehadiran tiga narasumber lintas sektor ini kemudian memberikan wawasan tentang komunikasi keberlanjutan, reputasi korporat, hingga teknologi analitik yang relevan dengan kebutuhan masa depan industri komunikasi.
Indriani Siswati, Praktisi Komunikasi Korporat PT Merdeka Copper Gold Tbk, membahas tentang “Communicating Sustainability & ESG in Strategic Industries.” Ia menyoroti pentingnya transparansi, komunikasi ESG, dan peran humas dalam menjaga reputasi industri pertambangan di mata global, dengan penerapan kaidah pertambangan yang baik.
Produk hasil tambang sangat penting dalam meningkatkan peradaban dan memberikan kenyamanan dalam kehidupan kita sehari-hari serta kontribusinya dalam pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi ekonomi seperti pemasukan bagi negara melalui pajak dan royalti, tapi juga peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja juga berbagai program untuk masyarakat.
Sebagai pemateri pamungkas, Praktisi Humas PT Petrokimia Gresik, Try Desriady, mengangkat isu “Inovasi Komunikasi di Sektor Agroindustri.” Ia menjelaskan bagaimana humas berperan dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor pupuk dan agroindustri sebagai pilar ketahanan pangan nasional.
Try menegaskan pangan menjadi fondasi utama kedaulatan negara. Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo bahwa tidak ada negara yang berdaulat tanpa kemampuan memproduksi makanannya sendiri.
“Di era digital, seluruh strategi komunikasi kini diarahkan berbasis data. Ia menilai humas dituntut lincah mengikuti isu, mampu berpikir taktis, kreatif, dan adaptif terhadap tren. Try juga mengungkapkan transformasi kerja humas di perusahaannya dimulai dari pembenahan dokumentasi sebagai basis komunikasi,” paparnya.
Jambore dan Gerakan #IndonesiaBicaraBaik
Rangkaian PGC ditutup dengan pelaksanaan Jambore #IndonesiaBicaraBaik, di mana delegasi mahasiswa dari berbagai kampus mempresentasikan ide-ide inovatif mereka tentang peran generasi muda dalam memperkuat narasi positif dan daya saing bangsa.
Sekretaris Umum BPC Perhumas Surabaya periode 2020–2025, Andri Suryandari, menyatakan antusiasme tinggi mahasiswa yang terekam sepanjang perjalanan PGC tahun ini. “Penutupan ini menegaskan bahwa mahasiswa siap menjadi penggerak narasi positif Indonesia. Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk memperkuat gerakan Indonesia Bicara Baik,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan apresiasi dan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring komunikasi dan kolaborasi yang diharapkan menjadi pijakan kuat menuju puncak Konvensi Humas Indonesia 2025.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar