
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Wilayah Sulawesi Utara
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan analisis data meteorologi yang menunjukkan adanya faktor-faktor alam yang memicu peningkatan potensi cuaca ekstrem di kawasan tersebut.
Peringatan dini ini berlaku pada Minggu, 4 Januari 2026. Informasi ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi, Astrid Lasut, mewakili Kepala Stasiun Dhira Utama. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah aktifnya Monsun Asia dan indeks ENSO di Nino 3.4 yang tercatat sebesar -0.91. Fenomena ini meningkatkan pola konvektif atau pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, suhu permukaan laut (SST) di sekitar perairan Sulawesi Utara mengalami anomali positif. Kondisi ini menambah pasokan massa uap air yang memicu pertumbuhan awan-awan hujan disertai kilat dan petir secara lokal. Hal ini meningkatkan risiko cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
- Manado
- Bitung
- Tomohon
- Minahasa
- Minahasa Selatan
- Minahasa Utara
- Bolmong
- Bolmong Selatan
- Bolmong Timur
- Bolmong Utara
- Kepulauan Sitaro
- Kepulauan Sangihe
- Kepulauan Talaud
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi melalui nomor (0431) 811202 atau mengakses situs resmi samratulangi.sulut.bmkg.go.id.
Faktor-Faktor yang Memicu Cuaca Ekstrem
Beberapa faktor alam menjadi penyebab meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Utara. Berikut adalah beberapa faktor utama:
- Aktivitas Monsun Asia: Monsun Asia memiliki pengaruh signifikan terhadap pola cuaca di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Aktivitasnya dapat meningkatkan curah hujan dan kelembapan udara.
- Indeks ENSO di Nino 3.4: Indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) di Nino 3.4 mencerminkan kondisi iklim global yang dapat memengaruhi pola cuaca regional. Nilai -0.91 menunjukkan kondisi La Niña yang dapat memperkuat hujan.
- Anomali Suhu Permukaan Laut (SST): Suhu permukaan laut yang lebih tinggi dari rata-rata memberikan pasokan uap air tambahan yang memicu pembentukan awan hujan.
Langkah Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, masyarakat diharapkan melakukan langkah-langkah pencegahan sebagai berikut:
- Memantau perkembangan cuaca melalui sumber resmi seperti BMKG.
- Menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk.
- Memastikan keamanan rumah dan lingkungan agar tidak terganggu oleh angin kencang atau banjir.
- Menyimpan peralatan darurat seperti senter, makanan siap saji, dan perlengkapan medis.
Informasi Tambahan
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan update terkini tentang cuaca dan berita lainnya, dapat mengikuti saluran WhatsApp Tribun Manado atau Google News. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi BMKG di samratulangi.sulut.bmkg.go.id.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar