
Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini: Santo Damasus, Paus dan Pengaku Iman
Hari ini, Kamis 11 Desember 2025, kita mengingat peringatan Santo Damasus, seorang Paus yang dikenal sebagai pengaku iman dan pemimpin agung Gereja Katolik. Dalam khotbahnya, Yesus berkata, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:20). Janji ini benar-benar dialami oleh Santo Damasus ketika ia dipilih menjadi Paus pada tanggal 1 Oktober 366, menggantikan Paus Liberius (352-366).
Situasi Zaman yang Tidak Menentu
Pada masa itu, bidaah Arianisme dan berbagai bidaah lainnya menyebar dengan pesat, memengaruhi banyak uskup, imam, dan umat Kristen. Terpilihnya Damasus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus merupakan jawaban yang tepat untuk situasi yang penuh gejolak tersebut.
Damasus dikenal sebagai tokoh yang cakap dan suci. Ia adalah anak seorang imam Spanyol di Roma. Mungkin pada masa itu, ia bekerja sebagai diakon di wilayah gereja ayahnya sebelum diangkat menjadi Paus. Salah satu kontribusinya yang besar adalah mengutus Santo Hieronimus, sekretarisnya, untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Latin. Ia juga gigih dalam membela primat Paus dalam masalah-masalah Gerejawi. Selama masa pemerintahannya, katakombe-katakombe dibuka kembali dan para peziarah diberi perhatian khusus.
Menghadapi Tantangan dan Perselisihan
Damasus terus-menerus menentang tuntutan-tuntutan Ursinus, seorang pendukung kuat Arianisme. Perselisihan ini semakin rumit karena ia didukung oleh Feliks II, seorang Paus tandingan pada masa kepemimpinan Paus Liberius, serta Kaisar Valentianus yang mengasingkan Ursinus dan pengikutnya. Usaha-usaha dari Ursinus dan pengikutnya untuk merusak reputasi Damasus dibantah habis-habisan ketika sebuah sinode di Aquileia pada tahun 381 menemukan bahwa tuduhan-tuduhan kebejatan moral terhadap Paus Damasus tidak beralasan.
Ia menghukum doktrin-doktrin seperti Arianisme, Apollinarianisme, dan Macedonianisme. Dalam menghukum ajaran-ajaran ini, Paus Damasus bertindak bijaksana sesuai dengan keputusan-keputusan Konsili Konstantinopel pertama pada tahun 381. Priscillian, seorang heretik asal Spanyol yang menganut paham Manicheisme, juga dihukum oleh Paus Damasus.
Peran Sebagai Pemimpin Gereja
Dalam semua perselisihan ini, Damasus menuntut pengakuan akan primat Uskup Roma dalam masalah-masalah Gerejawi. Beberapa sejarawan menjuluki Damasus sebagai pengasal klaim/tuntutan Paus akan supremasi di dalam Gereja. Ia secara konsisten bertindak sebagai pemimpin Gereja sesuai apa yang dikatakannya. Kesaksian hidupnya memperkuat posisi Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Kristus di dunia.
Upaya untuk Memperkuat Wibawa Gereja
Damasus tidak ragu-ragu dalam usahanya untuk meningkatkan wibawa dan memperluas pengaruh Gereja. Ia ingin agar para pelayan umat bertindak sesuai dengan martabatnya dan tidak melupakan kaum miskin. Oleh karena itu, ia bekerja sama erat dengan Kaisar Valentinianus untuk melarang rohaniwan-rohaniwan mengorbankan para janda dan anak-anak yatim-piatu. Ia juga menjadi Paus pertama yang mempekerjakan seorang delegatus apostolik di wilayah yang sedang dalam pertikaian.
Kontribusi dalam Ilmu Ketuhanan dan Kitab Suci
Paus Damasus adalah seorang ahli Ilmu Ketuhanan dan Kitab Suci, serta mahir dalam Kesusastraan Latin dan Kebudayaan. Selama masa pontifikatnya, banyak bapa-bapa Gereja terkenal seperti Santo Anastasius, Ambrosius, Gregorius dari Nyssa, Basilius, Hieronimus, dan Gregorius dari Nazianz. Bersama Santo Hieronimus, ia mengusahakan suatu kanon Kitab Suci yang mendaftarkan buku-buku Kitab Suci. Kanon Kitab Suci ini diterima dalam Konsili Roma pada tahun 382. Kemungkinan besar, inilah warisan terbesarnya bagi generasi kemudian.
Keinginan Akhir Hidup
Sebelum kematiannya pada tahun 384, ia meminta agar jenazahnya tidak dimakamkan bersama Paus-Paus lain di pekuburan Santo Kallistus, tetapi bersama ibu dan saudarinya di sebuah gereja kecil di Via Ardeatina. Permintaannya benar-benar dihargai. Sekarang, demikian kata cerita, relikuinya disemayamkan di sebuah gereja kecil yang ia dirikan, yaitu gereja Santo Lorenzo di Damaso.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar