
Perayaan Hari Juang TNI AD di Kodam XXIII/Palaka Wira
Kodam XXIII/Palaka Wira menggelar kegiatan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 12 Desember 2025, dan dipimpin langsung oleh Kasdam XXIII/Palaka Wira, Brigjen TNI Agus Sasmita. Acara dilaksanakan serentak di tiga tempat ibadah yang berbeda, yaitu Masjid Al Aqsha, Gereja Oikumene Yerusalem, serta Pura Agung Wana Kertya Jagatnatha.
Doa bersama yang berlangsung dengan suasana khidmat ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para prajurit TNI AD sekaligus memohon keselamatan, kelancaran tugas, dan kedamaian bagi bangsa dan negara. Seluruh prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira turut berpartisipasi sesuai dengan keyakinan masing-masing, baik itu Islam, Kristen, maupun Hindu.
Bagi prajurit Muslim, rangkaian kegiatan dimulai dengan Salat Jumat berjamaah. Setelahnya, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, Zikir, dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Zaini. Sementara itu, prajurit beragama Kristen melaksanakan ibadah dan doa bersama di Gereja Oikumene Yerusalem. Sedangkan prajurit Hindu melakukan persembahyangan di Pura Agung Wana Kertya Jagatnatha.
Agus Sasmita menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama ini menjadi wujud dari kebersamaan, toleransi, serta komitmen seluruh prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan profesionalisme prajurit TNI AD. Ia menekankan bahwa semangat Hari Juang TNI AD menjadi pengingat akan dedikasi prajurit dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan dan Makna Kegiatan Doa Bersama
Kegiatan doa bersama ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna yang dalam. Dalam konteks militer, doa bersama menjadi sarana untuk memperkuat ikatan antara prajurit dan memperkuat semangat juang mereka. Hal ini mencerminkan komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira terhadap kerukunan antar umat beragama dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam menjaga kemerdekaan bangsa. Dengan mengenang perjuangan mereka, prajurit dapat lebih memahami tanggung jawab dan tujuan mereka dalam menjalani tugas sehari-hari.
Partisipasi Prasaja Berdasarkan Keyakinan
Setiap prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira turut berpartisipasi dalam kegiatan doa bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa TNI AD tidak hanya berpegang pada satu agama, tetapi juga menghargai keragaman yang ada di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi contoh nyata dari toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Prajurit Muslim, misalnya, mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan salat jumat berjamaah. Mereka kemudian melanjutkan dengan membaca Surat Yasin, zikir, dan doa yang dipimpin oleh ustadz. Sementara itu, prajurit Kristen dan Hindu juga mengikuti ritual keagamaan sesuai dengan tradisi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa setiap prajurit merasa dihargai dan diberikan ruang untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya.
Peran dan Tanggung Jawab Prajurit TNI AD
Sebagai bagian dari TNI AD, prajurit memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Kegiatan doa bersama ini menjadi pengingat bahwa prajurit tidak hanya bertugas secara militer, tetapi juga harus memiliki jiwa nasionalis yang kuat. Dengan memperingati Hari Juang TNI AD, prajurit diingatkan kembali akan perjuangan para pendahulu mereka dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Agus Sasmita menegaskan bahwa semangat Hari Juang TNI AD adalah landasan bagi prajurit dalam menjalani tugas sehari-hari. Semangat ini memberikan motivasi untuk tetap berdedikasi, menjaga profesionalisme, serta memperkuat ikatan persaudaraan antar sesama prajurit.
Kesimpulan
Kegiatan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025 di Kodam XXIII/Palaka Wira menjadi bukti nyata dari kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Dengan menghadiri tiga tempat ibadah yang berbeda, prajurit TNI AD menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berpegang pada satu agama, tetapi juga menghargai keragaman yang ada di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan dan tanggung jawab prajurit dalam menjaga kedaulatan negara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar