Perjalanan Proyek Tol Getaci 2025: Dari Ketidakpastian ke Kepastian

Perjalanan Proyek Tol Getaci 2025: Dari Ketidakpastian ke Kepastian

Perjalanan Berliku Proyek Tol Getaci di Tahun 2025

Tahun 2025 sudah mendekati akhir, dan itu berarti proyek jalan tol Getaci yang diperkirakan akan segera terwujud. Pada tahun 2026, Kementerian Pekerjaan Umum telah memastikan bahwa proyek ini akan dilelang ulang. Pengumuman ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat Jawa Barat, khususnya wilayah Priangan Timur.

Proyek Tol Getaci mengalami perjalanan yang berliku-liku, terutama pada tahun 2025. Awalnya, proyek ini tidak termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di era Presiden Prabowo, namun pada akhirnya menemukan kepastian bahwa proyek ini akan dilelang pada 2026 bersama 19 proyek jalan tol lainnya di Indonesia. Bahkan, dalam perjalanannya di tahun 2025, proyek ini akan kembali mengalami penyusutan bentangan dari rencana semula yang akan membentang sepanjang 206,65 kilometer menjadi hanya sekitar 95,52 kilometer saja.

Perjalanan Proyek Tol Getaci di Tahun 2025

Sejak peralihan pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo Subianto tepatnya saat dilantik pada 20 Oktober 2024, nasib proyek Tol Getaci seperti tak menentu. Hal itu ditandai dengan terjadinya kevakuman proses pembebasan lahan berbulan-bulan.

Berikut adalah rangkuman perjalanan proyek Tol Getaci di tahun 2025:

Februari 2025: Kebijakan Efisiensi Anggaran

Awal tahun 2025, Presiden Prabowo resmi mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap kondisi perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian serta untuk menjaga keseimbangan anggaran negara.

Efisiensi anggaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo tidak hanya dapat dilakukan melalui pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan belanja modal, tetapi juga dengan meninjau kembali struktur organisasi dan distribusi pegawai. Pengurangan jabatan yang tidak esensial, optimalisasi penempatan pegawai berdasarkan cost-benefit analysis, serta pemanfaatan teknologi untuk menggantikan tugas-tugas administratif dapat menjadi solusi dalam mengurangi belanja pegawai secara signifikan.

Kebijakan ini berdampak pada kegiatan pembebasan lahan Tol Getaci yang sudah berlangsung sejak tahun 2022 di segmen Gedebage hingga Garut Utara mengalami kevakuman.

Februari: Tak Masuk PSN Prabowo

Nasib proyek Tol Getaci kian tak menentu setelah Presiden Prabowo merilis daftar 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029. Di dalamnya, tidak tercantum proyek Tol Getaci.

Dalam daftar 77 PSN tersebut, hanya ada 4 proyek jalan tol yakni proyek Tol Serang-Panimbang (Banten), Tol Probolinggo-Banyuwangi (Jawa Timur), Tol Akses Pelabuhan Patimban (Jawa Barat), dan proyek jalan tol terintegrasi dengan utilitas di Sumatra.

Februari: Jalani Evaluasi Besar-besaran

Tanda-tanda nasib proyek Tol Getaci kian tak jelas semakin nyata setelah Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra mengatakan bahwa proyek jalan tol tersebut akan menjalani evaluasi besar-besaran dengan alasan memerlukan dukungan pendanaan dari pemerintah yang cukup besar.

Juli: Ada Aktivitas Pembebasan Lahan

Pada bulan Juli, proyek Tol Getaci memunculkan secercah harapan bahwa proyek ini tidak akan mangkrak. Hal itu ditandai dengan adanya kegiatan pembebasan lahan atau tepatnya pembayaran uang ganti rugi. Hal ini merupakan kegiatan pertama sejak mengalami kevakuman cukup panjang pasca Presiden Prabowo dilantik pada 20 Oktober 2024.

September: Tol Getaci Masuk 50 Jalan Tol PSN Prabowo

Di bulan ini, proyek Tol Getaci menemukan kembali jalannya setelah pemerintah menetapkan sebanyak 50 proyek jalan tol sebagai bagian dari PSN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya proyek Tol Getaci.

Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional, yang resmi ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025.

September: Dilelang Tahun 2026

Kegembiraan semakin nyata setelah di bulan yang sama, Kementerian PU mengumumkan bahwa ada 19 proyek jalan tol nasional yang akan dilelang pada tahun 2026. Ke-19 proyek jalan tol tersebut bernilai total Rp 408,68 triliun.

Oktober: Pembebasan Lahan Berlanjut

Sejak aktivitas pembebasan lahan kembali aktif di Bulan Juli, namun setelah itu kembali mengalami kevakuman sekitar 3 bulan, dan kembali ada kegiatan di Oktober 2025.

November: Proyek Masih Jalani Evaluasi

Namun hingga November 2025, belum ada informasi terbaru kapan tepatnya pelaksanaan lelang ulang proyek Tol Getaci di 2026, dan sejauh mana hasil evaluasi besar-besaran yang sedang dilakukan di Kementerian PU.

Itulah perjalanan berliku proyek Tol Getaci di sepanjang 2025 dan mudah-mudahan di tahun 2026 ada kepastian jelas dan membuktikan pernyataan Menteri PU Doddy Hanggodo yang mentargetkan pembangunan konstruksi akan mulai dilakukan pada tahun 2026.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan