Perjuangan Dewi Laila Raih Dua Emas SEA Games Saat Hamil

Konsistensi Prestasi Dewi Laila sejak SEA Games Vietnam


Dewi Laila Mubarokah lahir dan besar di Desa Lungbenda, Kabupaten Cirebon. Sejak kecil, ia sudah mengenal dunia olahraga menembak dari lingkungan terdekat. Ketertarikannya tumbuh perlahan, seiring kebiasaan berlatih membidik sasaran bersama sang ayah.

Latar belakang keluarga yang sederhana tidak menghalangi langkah Dewi. Dukungan orangtua menjadi fondasi penting dalam perjalanannya. Ia menempuh pendidikan formal di Palimanan dan Sumber, sambil terus mengasah kemampuan menembak secara serius.

Nama Dewi mulai dikenal luas saat SEA Games Vietnam yang digelar pada 2022. Di ajang tersebut, ia berhasil mempersembahkan dua medali emas dari nomor 10 meter air rifle putri, baik individu maupun beregu. Prestasi ini menjadi titik balik penting dalam kariernya sebagai atlet nasional.

Capaian di SEA Games 2025 Thailand pun mempertegas konsistensinya. Dari Vietnam hingga Thailand, Dewi Laila menunjukkan bahwa performanya bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari latihan panjang dan konsistensi.

Kehamilan yang hanya diketahui orang-orang terdekat


Menjelang keberangkatannya ke SEA Games 2025, Dewi Laila mengetahui bahwa dirinya tengah hamil. Namun, kondisi ini tidak diumumkan secara luas. Hanya segelintir orang yang mengetahui, termasuk pelatih, pengurus cabang olahraga, dan satu rekan atlet.

Bahkan, rekan sekamar Dewi sempat tidak menyadari kehamilan tersebut. Dewi tetap menjalani pola latihan dan tes fisik sesuai standar tim nasional, tentu dengan perhatian ekstra pada kondisi tubuhnya.

Keputusan untuk tidak banyak bercerita bukan tanpa alasan. Dewi ingin tetap menjaga fokus, baik untuk dirinya sendiri maupun tim. Ia juga memastikan semua aktivitas latihan dilakukan dengan aman.

Sikap ini menunjukkan kedewasaan Dewi sebagai atlet profesional. Ia mampu menempatkan kondisi personal dan tanggung jawab sebagai atlet secara seimbang.

Perhatian khusus pada kesehatan dan aturan anti-doping


Selama kehamilan, Dewi Laila harus mengonsumsi vitamin tertentu sesuai anjuran dokter. Namun sebagai atlet, ia tidak bisa sembarangan mengonsumsi suplemen, karena berisiko menyalahi aturan anti-doping.

Untuk memastikan semuanya aman, Dewi berkonsultasi langsung dengan Indonesia Anti-Doping Organization (IADO). Dari sana, ia mendapat arahan untuk melaporkan konsumsi vitamin melalui mekanisme Therapeutic Use Exemption (TUE).

Prosedur ini mengikuti aturan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dan bertujuan melindungi atlet dari kesalahpahaman. Dengan begitu, Dewi bisa tetap menjaga kesehatan tanpa melanggar regulasi pertandingan.

Mendapat dukungan penuh dari suami


Di balik pencapaian Dewi Laila, ada dukungan besar dari keluarga, terutama sang suami, Fathur Gustafian. Fathur juga merupakan atlet menembak dan memahami betul tekanan serta tanggung jawab yang dihadapi Dewi.

Keputusan melanjutkan kehamilan di tengah persiapan SEA Games bukan hal mudah. Apalagi, anak pertama mereka masih berusia sekitar dua tahun. Namun, keduanya sepakat menjalani semuanya dengan perencanaan dan komunikasi yang baik.

Selama persiapan hingga pertandingan, Dewi rutin kontrol kesehatan, mengonsumsi vitamin sesuai anjuran, dan berlatih dengan pengawasan. Dukungan emosional dari keluarga menjadi sumber kekuatan tersendiri.

Saat dua medali emas akhirnya diraih, momen itu terasa sangat haru. Dewi menunduk dan menyentuh perutnya perlahan, seolah berbagi kemenangan dengan calon anak keduanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan