Perjuangan Rendy Varera, Atlet Balap Sepeda Kediri yang Jual Mobil untuk Emas SEA Games 2025

Perjuangan Rendy Varera, Atlet Balap Sepeda Kediri yang Jual Mobil untuk Emas SEA Games 2025

Perjuangan Atlet Balap Sepeda Kediri di SEA Games 2025 Thailand

Atlet balap sepeda asal Kabupaten Kediri, Rendy Varera Sanjaya, sukses meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam ajang SEA Games 2025 Thailand. Prestasi ini menjadi bukti perjuangan keras yang dilalui oleh atlet kelahiran tahun 2004 tersebut.

Rendy, yang berdomisili di Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Jawa Timur, tampil luar biasa dalam cabang olahraga mountain bike (MTB). Ia berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor MTB Cross Country Eliminator serta medali perak di nomor downhill. Keberhasilannya ini menjadikannya sebagai penyumbang awal medali bagi kontingen Indonesia.

Persiapan untuk SEA Games 2025 telah dilakukan Rendy jauh-jauh hari. Setelah tampil di Kejuaraan Asia di China pada April 2025, ia langsung mendapat panggilan mengikuti training camp (TC) Pelatnas pada awal Mei. Dengan persiapan yang matang, Rendy merasa siap menghadapi kompetisi tingkat regional.

Selain itu, Rendy juga berangkat ke Thailand lebih awal sekitar satu pekan sebelum pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca dan karakter lintasan, mengingat arena balap berada di kawasan pantai dengan suhu yang jauh lebih panas. Pengalaman ini tidak hanya membutuhkan penyesuaian fisik, tetapi juga mental, terlebih karena ini merupakan debutnya di SEA Games.

Di SEA Games 2025, Rendy memikul tanggung jawab besar. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor downhill putra dan cross country eliminator putra. Total atlet balap sepeda Indonesia berkisar belasan orang, dengan tim MTB hanya diisi tiga atlet. Hal ini membuat tekanan semakin besar, terutama menghadapi atlet tuan rumah Thailand yang dikenal kuat secara mental dengan dukungan penuh penonton.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari pengorbanan pribadi yang harus ia ambil jelang kejuaraan. Demi bisa tampil maksimal, Rendy memutuskan menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda yang digunakan bertanding. Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan sang istri. Mobil tersebut terjual sekitar Rp 50 juta. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli sepeda enduro senilai Rp 39 juta, yang meski berada di bawah standar harga sepeda kompetisi, mampu mengantarkan Rendy meraih medali perak di nomor downhill.

Keberhasilan di Thailand terasa semakin spesial karena Rendy sebelumnya belum pernah tampil di dua edisi SEA Games. Pada SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam, ia belum mendapat kepercayaan turun bertanding meski sudah mengikuti TC. Namun, kepercayaan tersebut akhirnya terbayar lunas. Dalam debutnya di SEA Games, Rendy langsung dipercaya turun di dua nomor dan mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia.

Menjelang final, Rendy selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan keluarga. Dukungan dari orang tua, istri, dan anak menjadi sumber kekuatan terbesarnya saat berada di lintasan. Sebelum final, ia selalu menelepon ayah, ibu, istri, dan pamit ke anak. Anaknya senang dan merestui. Itu menjadi motivasi bagi Rendy untuk menang.

Dengan prestasi yang diraihnya, Rendy Varera Sanjaya menjadi contoh nyata bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan yang tak terlihat. Dari menjual mobil hingga beradaptasi dengan lingkungan baru, setiap langkah yang ia ambil membuktikan tekadnya untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan