Pernyataan GRF tentang lari di Garut, menyentuh peserta komunitas, dan siap tanggung konsekuensi

Pernyataan GRF tentang lari di Garut, menyentuh peserta komunitas, dan siap tanggung konsekuensi

Penyelenggara Garut Running Festival (GRF) 2025 Beri Klarifikasi atas Kericuhan yang Terjadi

Penyelenggara Garut Running Festival (GRF) 2025 memberikan penjelasan resmi mengenai kekacauan yang terjadi selama acara lari tersebut. Penjelasan ini disampaikan oleh pihak penyelenggara melalui akun Instagram @garutrunfest pada Senin (8/12/2025). Salah satu pengelola acara, Bambang alias Decul, yang memiliki akun Instagram @aparathajat, mengakui adanya sejumlah masalah dalam penyelenggaraan GRF.

Ia menjelaskan bahwa saat dihubungi oleh Tribunjabar.id, pihaknya sedang menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul setelah insiden tersebut. "Sementara yang bisa saya sampaikan itu kronologinya di Instagram, saya sedang menyelesaikan satu-satu dulu ini," ujarnya.

Masalah Awal: Pendaftaran Peserta Komunitas

Kekacauan pertama bermula dari peserta komunitas yang tidak mendapatkan nomor identitas atau bib number karena pendataan yang tidak diperbarui setelah registrasi resmi ditutup pada 23 November 2025. Sementara itu, seluruh peserta umum telah terdata lengkap dan tidak mengalami masalah administrasi.

Decul menyebutkan bahwa penyebab utama masalah pada peserta komunitas adalah adanya penerimaan peserta tambahan melalui jalur komunitas setelah registrasi resmi ditutup. Hal ini menyebabkan sejumlah nama tidak tercatat dalam sistem produksi bib.

Pencetakan bib yang sudah melewati batas waktu H-7 membuat bib baru tidak dapat diproses, sehingga memicu protes dan kegaduhan sejak pagi hari. "Itu yang saya khawatirkan dari awal pembukaan registrasi agar tidak terjadi kericuhan ketika penentuan podium," ucapnya.

Keterlambatan Vendor dan Perubahan Lokasi Acara

Kekisruhan juga berlanjut ketika race dimulai karena keterlambatan vendor memuat perlengkapan acara. Mulai dari gate start hingga perlengkapan finish yang baru tiba sekitar pukul 03.00 WIB. Jadwal ini jauh dari waktu loading yang seharusnya dilakukan pukul 23.00 WIB malam.

"Saya mengakui ini murni human error yang seharusnya tidak terjadi pada vendor yang sudah saya tunjuk untuk menyiapkan itu," katanya.

Selain persoalan data dan keterlambatan teknis, ia juga mengungkap bahwa perubahan titik start dan finis berdampak pada kesiapan acara. Lokasi awal yang sebenarnya telah mengantongi izin harus dipindahkan ke halaman Bale Paminton H-7 sebelum kegiatan karena permintaan salah satu instansi yang mengantisipasi potensi penumpukan massa.

Pergeseran lokasi itu ucapnya, membuat izin dan kebutuhan teknis harus diproses ulang dalam waktu singkat, meski akhirnya dapat diselesaikan dalam tiga hari.

Permintaan Maaf dan Penyelesaian Masalah

"Saya memohon maaf semua itu adalah tanggung jawab saya. Saya menerima sepenuhnya segala konsekuensi atas apa yang telah terjadi, dan saat ini saya sedang menyelesaikan satu persatu sumber permasalahan tersebut termasuk hadiah bagi seluruh peserta yang naik podium," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah pelari berbondong-bondong mengeluhkan kekecewaannya di media sosial lantaran minimnya koordinasi panitia. Mulai dari keterlambatan jadwal hingga fasilitas yang tidak sesuai, termasuk soal standar keamanan. Peserta juga menilai rute perlombaan tidak ditata dengan baik, sehingga beberapa titik menyebabkan pelari kebingungan saat mengambil jalur, hingga tidak adanya water station di lapangan.

Penanganan Oleh Pihak Berwajib

Kasatreskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin mengatakan bahwa pihaknya sejak kemarin sudah mulai melakukan pendalaman. "Sedang kami dalami," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (8/12/2025).

Ia menuturkan, kepolisian akan menindaklanjuti setiap laporan apabila ada warga yang melapor. Hingga saat ini, ujar dia, belum ada laporan resmi yang masuk terkait peristiwa tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi siapa pun yang merasa dirugikan untuk segera menyampaikan aduan agar dapat diproses sesuai ketentuan.

"Sampai siang ini belum ada yang melapor, jika ada tentu akan kami layani," ungkapnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan