
Penembakan di Wilayah Perkebunan: Kapolres Kotim Minta Masyarakat Tidak Terburu-buru Menyimpulkan
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait insiden penembakan yang menewaskan empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang. Kejadian tersebut terjadi di areal perkebunan PT KKP 3 Wilmar Group. Pernyataan ini disampaikan oleh AKBP Resky saat ditemui oleh media pada Rabu (31/12/2025).
Insiden ini telah memicu berbagai informasi dan persepsi publik yang semakin meluas. AKBP Resky menjelaskan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran dan stigma negatif yang muncul dari masyarakat. Oleh karena itu, ia memastikan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kesimpangsiuran.
“Informasi ini memang sudah beredar luas dan kami memahami adanya kekhawatiran serta stigma negatif di masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran,” ujar AKBP Resky.
Pendekatan Kemanusiaan dalam Penanganan Kasus
Pihak kepolisian, kata AKBP Resky, tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dalam penanganan kasus ini, terutama terhadap para korban yang masih dalam masa pemulihan. Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian, pihaknya lebih dahulu memeriksa kondisi para korban sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
“Pasca kejadian, kami melihat kondisi para korban terlebih dahulu. Pengobatan dan pemulihan menjadi perhatian kami, sehingga pemanggilan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
AKBP Resky juga menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melayangkan surat pemanggilan kepada para korban untuk dimintai keterangan. Namun, jika tidak diindahkan, kepolisian akan mengambil langkah sesuai prosedur hukum.
“Kalau memang tidak kooperatif, tentu ada upaya paksa sesuai ketentuan. Tapi sejauh ini kita tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tambahnya.
Fokus pada Laporan Pencurian Bukan Penembakan
Menurut AKBP Resky, laporan polisi yang diterima Polres Kotim berkaitan dengan dugaan pencurian buah kelapa sawit di area perkebunan, bukan semata-mata soal penembakan. Ia menegaskan bahwa fokus utama laporan yang masuk adalah tindak pidana pencurian.
“Fokus utama laporan yang masuk adalah tindak pidana pencurian. Soal tindakan kepolisian saat penindakan, itu menjadi kewenangan fungsi pengawasan internal,” tegasnya.
Penembakan Dilakukan sebagai Tindakan Tegas Terukur
AKBP Resky menjelaskan bahwa penembakan terjadi setelah adanya dugaan perlawanan aktif saat petugas berupaya mengamankan terduga pelaku secara persuasif. Ia menegaskan bahwa anggota di lapangan memiliki kewenangan melakukan tindakan tegas terukur jika diperlukan.
“Ketika upaya persuasif tidak diindahkan dan muncul perlawanan yang berpotensi membahayakan, maka anggota di lapangan memiliki kewenangan melakukan tindakan tegas terukur,” ujarnya.
Penggunaan Senjata Api Diatur Secara Ketat
Kapolres memastikan bahwa penggunaan senjata oleh anggota kepolisian tidak dilakukan secara sembarangan dan telah diatur secara ketat dalam peraturan internal Polri.
“Setiap penggunaan senjata api ada aturannya. Tidak bisa dilakukan sesuka hati dan pasti ada pertanggungjawaban,” katanya.
Patroli Pencegahan di Area Perusahaan
Terkait keberadaan polisi di area perusahaan, AKBP Resky menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan dalam bentuk patroli pencegahan atas permintaan pihak perusahaan, mengingat luasnya kawasan perkebunan.
“Patroli itu bertujuan mencegah tindak pidana. Kehadiran polisi justru untuk menjaga agar tidak terjadi kejahatan,” jelasnya.
Perkebunan Jadi Perhatian Khusus Aparat
Ia menambahkan bahwa sektor perkebunan di Kotim memang menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena rawan berbagai gangguan kamtibmas, mulai dari pencurian hingga konflik lahan.
“Dengan luas perkebunan yang besar, potensi masalah juga tinggi. Itu sebabnya menjadi atensi kami,” katanya.
Kondisi Kamtibmas Masih Kondusif
Secara umum, Kapolres menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kotim masih dalam kondisi kondusif. Ia menjelaskan bahwa investasi berjalan, ekonomi bergerak, dan hal ini menunjukkan stabilitas daerah tetap terjaga.
“Kondisi kamtibmas relatif aman. Investasi berjalan, ekonomi bergerak, dan itu menunjukkan stabilitas daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Ajakan untuk Melihat Peristiwa Secara Proporsional
AKBP Resky juga mengajak masyarakat untuk melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Polri itu cermin dari masyarakat. Jika situasi kondusif dan bisa diselesaikan secara persuasif, tentu kami akan persuasif,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan kepolisian.
“Ketika ada perlawanan aktif yang membahayakan, tugas kami adalah melindungi jiwa masyarakat lain dan personel yang bertugas,” ujarnya.
“Intinya, setiap tindakan kepolisian dilakukan sesuai SOP dan tidak sembarangan,” pungkas Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar