Pernyataan Shin Tae-yong Terbukti, Timnas Indonesia Gagal Tanpa Sang Pelatih

Kehilangan Shin Tae-yong dan Kegagalan Timnas Indonesia

Setelah keputusan PSSI yang menetapkan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, banyak harapan besar muncul dari publik. Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika Shin Tae-yong tiba-tiba dipecat. Akibatnya, Shin Jae-won, anak Shin Tae-yong, memberikan pernyataan yang cukup menggemparkan. Ia menyatakan bahwa Timnas Indonesia akan jauh lebih buruk tanpa ayahnya.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari para pendukung Timnas Indonesia. Selama masa pelatihan Shin Tae-yong, tim sukses mencapai berbagai prestasi luar biasa. Beberapa pencapaian penting dalam sejarah sepak bola Indonesia antara lain:

  • Timnas Indonesia senior berhasil melaju hingga ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
  • Garuda meraih kemenangan pertama di ronde ketiga dengan mengalahkan Arab Saudi pada 19 November 2024.
  • Timnas U-23 Indonesia berhasil lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024 dan hampir melangkah ke Olimpiade 2024.

Namun, setelah pemecatan Shin Tae-yong, situasi semakin memburuk. Awal tahun 2025 menjadi momen kelam bagi Timnas Indonesia. Salah satu titik awal kejatuhan adalah tanggal 6 Januari 2025, ketika PSSI mengambil keputusan tanpa alasan jelas untuk mengganti pelatih.

Publik marah karena Shin Tae-yong telah membawa Timnas Indonesia menuju kesuksesan. Banyak pihak percaya bahwa keputusan tersebut tidak didasari oleh alasan yang logis. Anak Shin Tae-yong, Shin Jae-won, juga turut bereaksi dengan memberi peringatan kepada PSSI. Ia menyatakan bahwa Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar tanpa bimbingan ayahnya.

Fakta menunjukkan bahwa pernyataan Shin Jae-won benar-benar menjadi kenyataan. Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah terhenti di ronde keempat babak kualifikasi pada Oktober 2025. Skuad Garuda pulang tanpa sebiji poin pun setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.

Selain itu, Timnas U-23 Indonesia juga gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Kekecewaan publik meningkat ketika Timnas U-23 Indonesia gagal mengalahkan Laos pada laga pembuka babak kualifikasi. Hal ini membuat pencapaian PSSI semakin memalukan.

Puncak dari kegagalan PSSI terjadi saat SEA Games 2025. Timnas U-22 Indonesia, yang dilatih oleh Indra Sjafri, harus tersingkir di fase grup. Meskipun PSSI memanggil pemain-pemain andalan seperti Mauro Zijlstra dan Ivar Jenner, hasilnya tetap tidak memuaskan. Timnas U-22 Indonesia kalah pada laga pembuka melawan Filipina, yang sebagian besar pemainnya masih bermain di level universitas.

Publik semakin geram dengan sikap Erick Thohir, yang menegaskan bahwa Shin Tae-yong tidak akan kembali melatih Timnas Indonesia. Ia menyatakan bahwa peluang Shin Tae-yong untuk kembali adalah 0 persen. Selain itu, PSSI belum berhasil menemukan pelatih baru setelah Patrick Kluivert dipecat pada Oktober 2025.

Masih belum ada kejelasan tentang perekrutan pelatih baru. Dua bulan telah berlalu, namun PSSI belum memberikan informasi apa pun tentang proses rekrutmen. Pertanyaan besar muncul: Apakah PSSI bersedia insyaf setelah keputusan mereka atau akan terus mempertahankan gengsi?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan